Wisata Budaya

Tradisi Sedekah Bumi Mbah Abdurrahim (Pringgodani) Ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit

213
×

Tradisi Sedekah Bumi Mbah Abdurrahim (Pringgodani) Ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
Tradisi Sedekah Bumi Mbah Abdurrahim (Pringgodani) Ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit
Tradisi Sedekah Bumi Mbah Abdurrahim (Pringgodani) Ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit

Tuban – Tradisi Nyadran atau Sedekah Bumi menjadi acara tahunan yang diadakan oleh pihak Makam Mbah Abdurrahim (Pringgodani) yang terletak di Dukuh Karangkali, Dusun Singkil, Desa Mentoro.

Menurut Basar, juru kunci Makam Mbah Abdurrahim (Pringgodani), kegiatan ini diawali pada hari Minggu dengan bersih makam, dilanjutkan pada hari Senin dengan tahtimul Qur’an dan pengajian umum pada malam harinya.

Baca Juga :  Raden Lancing Kusumo, Sosok di Balik Asal Usul Dusun Nggeneng

Acara puncak berlangsung dari Selasa pagi hingga Rabu dini hari, ditandai dengan pagelaran wayang kulit yang mengangkat cerita Satrio Pringgodani.

“Tradisi Sedekah Bumi atau Nyadran merupakan upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki melalui bumi, berupa segala bentuk hasil bumi seperti padi, palawija, dan lain sebagainya. Kegiatan ini juga merupakan budaya untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggal,” ujar Basar.

Baca Juga :  Kesenian Tradisional Bojonegoro Tampil di TMII, Obati Rasa Rindu Kampung Halaman

Ia menambahkan bahwa makna dari kegiatan tahunan ini adalah wujud penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada alam sebagai karunia yang besar. (fa/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *