Wisata Budaya

Sedekah Bumi Bukit Kidangan: Menapaki Tangga, Merajut Kebersamaan

×

Sedekah Bumi Bukit Kidangan: Menapaki Tangga, Merajut Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co, Bojonegoro – Jumat (8/8/2025) pagi, suasana Dusun Kidangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, dipenuhi semangat yang tak biasa. Ratusan langkah kaki terdengar menapaki lebih dari 500 anak tangga menuju puncak Bukit Kidangan, membawa serta beragam hidangan tradisional yang tertata rapi di bakul-bakul. Semua itu adalah bagian dari tradisi tahunan sedekah bumi, wujud syukur atas panen melimpah yang diwariskan turun-temurun.

Di sepanjang perjalanan, tawa ringan dan obrolan hangat mengiringi langkah. Tidak ada sekat antara tua dan muda, pendatang dan warga asli—semua menyatu dalam satu tujuan: menjaga tradisi dan menyampaikan rasa terima kasih pada Sang Pencipta.

Setibanya di puncak, rangkaian acara dimulai dengan doa bersama di makam umum. Hidangan yang dibawa dari bawah bukit kemudian dikumpulkan menjadi satu. Tanpa membedakan siapa membawa apa, semua makanan dibagi rata untuk dinikmati bersama. Pemandangan ini mencerminkan makna gotong royong dan kesetaraan yang menjadi napas kehidupan masyarakat Kidangan.

Bapak Suryanto, juru kunci Makam Wali Kidangan, menyampaikan sambutan hangat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Mbah Moden Jalaludin.

“Alhamdulillah, kami senang melihat antusiasme semua yang hadir. Ini tanda bahwa tradisi kita masih dijaga dan punya masa depan,” ucapnya.

Bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti, momen ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Salah satunya, Kaprilia Anggraini, mengaku merasakan kehangatan dan kekompakan warga.

“Kami tidak hanya belajar tentang tradisi, tapi juga merasakan semangat gotong royong yang begitu kuat,” ujarnya.

Sedekah bumi di Bukit Kidangan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah jembatan antara generasi, mengikat nilai kebersamaan, dan menjaga kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.(red)