Suaradesa.co, Bojonegoro — Di balik rimbunnya pepohonan dan lekuk perbukitan Bojonegoro, berdiri sebuah bukit yang menyimpan cerita panjang, Gunung Pegat.
Bagi sebagian warga, tempat ini bukan sekadar bentang alam, tetapi lembaran sejarah yang sarat legenda. Kisahnya kerap diceritakan dari mulut ke mulut, namun jarang terdokumentasi secara utuh.
Inilah yang mendorong sekelompok mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) dari Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) untuk mengangkatnya ke dalam bentuk video dokumenter.
Mengusung tema “Menelusuri Jejak Sejarah Gunung Pegat: Warisan Alam dan Budaya Lokal”, mereka ingin menjahit ulang cerita lama itu dengan sentuhan media visual yang hidup.
“Video dokumenter ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan Gunung Pegat sebagai destinasi wisata sejarah dan alam yang unik,” ujar Aldimas Rangga T., sang sutradara dokumenter.
Prosesnya tak sebentar. Tim menyusuri jalur setapak, menapaki lereng demi lereng, sambil mengumpulkan cerita dari bibir para tokoh masyarakat dan budayawan. Kamera mereka merekam panorama alam yang memukau—dari matahari yang menyelinap di balik puncak, hingga aktivitas warga yang masih menjaga tradisi leluhur.
Setiap gambar dan wawancara menjadi potongan mozaik yang membentuk narasi utuh tentang Gunung Pegat.
Tak hanya berhenti pada produksi, mahasiswa ini juga menggelar diskusi dengan warga. Mereka membicarakan strategi promosi wisata sejarah, pentingnya menjaga budaya, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau generasi muda.
Ketika nanti video dokumenter ini dirilis, ia bukan sekadar tontonan. Ia akan menjadi arsip hidup, jembatan antara masa lalu dan masa depan, sekaligus undangan bagi siapa pun untuk mengunjungi, memahami, dan mencintai Gunung Pegat.
Lewat karya ini, mahasiswa Unigoro membuktikan bahwa sejarah dan teknologi bisa bergandengan tangan, membawa manfaat bagi desa, dan menumbuhkan kebanggaan pada akar budaya sendiri.(red)







