Suaradesa.co, Bojonegoro — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Kelompok 14 dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar sosialisasi pengenalan potensi geopark di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo.
Bertempat di pendopo balai desa, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengangkat kekayaan geologi dan budaya lokal menuju pengembangan Geopark Makam Wali Kidangan.
Acara yang dihadiri oleh warga, perangkat desa, dan tokoh pemuda setempat ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Bapak Haidar.
Dalam pemaparannya, Haidar menyampaikan bahwa pengembangan geopark bukan hanya tentang pelestarian alam dan sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Dengan adanya pengakuan sebagai situs Geopark, Makam Wali Kidangan akan lebih dikenal luas. Ini akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil, seperti pemandu wisata lokal, penjualan produk kerajinan tangan, dan kuliner khas daerah,” jelas Haidar.
Ia juga menyajikan berbagai data dan dokumentasi situs geologi potensial di Desa Sukorejo serta memberi contoh kesuksesan pengembangan geopark di daerah lain. Diskusi pun berlangsung interaktif, warga dengan antusias mengutarakan aspirasi serta kekhawatiran mereka terkait keberlanjutan dan dampak sosial dari pengembangan tersebut.
Salah satu anggota tim jurnalistik KKN-TK 14, Inesa Putri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program kerja mereka selama di desa.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Harapan kami, setelah kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan potensi desanya dan termotivasi untuk terlibat aktif dalam pengembangan Geopark Makam Wali Kidangan,” ujar Inesa.
Kepala Desa Sukorejo, Bapak Didik, turut mengapresiasi inisiatif para mahasiswa yang dinilainya telah membuka wawasan baru bagi warganya, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap warisan budaya dan alam.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-TK 14 Unigoro. Makam ini bukan hanya tempat bersejarah bagi warga Sukorejo, tetapi memiliki potensi wisata yang dapat mendorong perekonomian desa jika dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama antara mahasiswa dan warga untuk melakukan pemetaan awal situs-situs geologi potensial di desa Sukorejo. Komitmen ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Desa Sukorejo sebagai destinasi wisata edukatif dan berkelanjutan melalui konsep geopark.(red)







