Wisata Budaya

Kulon Progo Tingkatkan Daya Tarik Wisata Desa dengan Konsep Premium

297
×

Kulon Progo Tingkatkan Daya Tarik Wisata Desa dengan Konsep Premium

Sebarkan artikel ini
Wisata Desa Kulon Progo, Yogyakarta
Wisata Desa Kulon Progo, Yogyakarta

Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan kawasan Malioboro atau Keraton Yogyakarta. Di wilayah Barat Daya DIY, Kabupaten Kulon Progo sedang meningkatkan daya tarik wisatanya dengan memperkenalkan ragam aktivitas desa wisata yang lebih premium.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengembangkan setiap desa wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Upaya ini termasuk pengembangan homestay, kegiatan live in atau aktivitas hidup berbaur dengan masyarakat setempat.

“Kulon Progo sudah menetapkan pembangunan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Buktinya, Kulon Progo empat tahun berturut-turut masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ini menunjukkan keberhasilan kami di desa-desa wisata,” kata Joko saat ditemui media di Bendung Kamijoro, Kulon Progo, pada Sabtu (22/6).

Hadirnya Yogyakarta International Airport turut mendukung peningkatan standar wisata di Kulon Progo. Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional dan kerja sama dengan pengembang hotel juga mendorong homestay yang dikelola warga untuk meningkatkan standar pelayanan dan produk menjadi lebih premium. Pelatihan dan pendampingan terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kelurahan setempat bekerja sama dengan hotel-hotel di sekitar.

Baca Juga :  Omah Menyok: Kisah Inspiratif Petani Bojonegoro yang Terinspirasi oleh Tan Malaka

“Pelatihan sudah berjalan dari 2021 sampai 2024 melalui program Lomba Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona. Salah satu yang dinilai dalam desa wisata adalah homestay, sehingga juri datang dan menginap untuk menilai pelayanan selama 24 jam,” jelas Joko.

Kulon Progo menawarkan paket wisata yang beragam, termasuk wisata alam atau adventure, wellness tourism, dan tema budaya seperti konservasi dengan total 26 desa wisata. Setiap desa wisata harus menetapkan tema masing-masing agar penyebaran pelancong merata dan menawarkan banyak pilihan aktivitas.

Baca Juga :  Menikmati "Sunset" di Wisata Tebing Bukit Rindu

Beberapa contoh aktivitas wisata yang menarik adalah konservasi burung di Jatimulyo yang memikat turis asing untuk bird watching, wisata edukasi di Rumah Sandi Tinalah, wisata alam di Ngargosari atau Widosari dengan pemandangan gunung api purba, dan aktivitas outbound di Argo Tirto.

“Yang sudah mendapat ADWI ada 4 desa: Tinalah dengan wisata edukasi, Ngargosari atau Widosari dengan wisata alam gunung api purba, Hargotirto dengan aktivitas outbound, dan tahun ini Jatimulyo dengan konservasi burung,” kata Joko.

Ke depannya, Joko berharap Kulon Progo dapat menyukseskan pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada isu lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pengumpulan sampah plastik dari masyarakat saat ada kegiatan budaya. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan Kulon Progo dan menarik wisatawan domestik hingga mancanegara. (ut/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *