Wisata Budaya

Kabupaten Sidoarjo Fokus Kembangkan Potensi Lima Desa Wisata

274
×

Kabupaten Sidoarjo Fokus Kembangkan Potensi Lima Desa Wisata

Sebarkan artikel ini
Candi Pari di Kecamatan Porong, Sidoarjo
Candi Pari di Kecamatan Porong, Sidoarjo

Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian besar pada pengembangan desa wisata sebagai upaya untuk membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Lima desa yang memiliki potensi wisata, yakni Desa Candi Pari di Kecamatan Porong, Desa Ponokawan di Kecamatan Krian, Dusun Tlocor di Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon, Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu, dan Desa Wisata Lumpur Porong, akan digarap serius untuk mencapai level internasional.

“Pengembangan desa wisata diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” ujar Kabid Destinasi Wisata Disporapar Kabupaten Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi SSTP, dalam kegiatan program pengembangan pariwisata di Balai Desa Candi Pari Kecamatan Porong.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kemenparekraf, Disbudpar Jatim, akademisi dari Unitomo Surabaya, travel agent, dan perwakilan dari lima desa wisata di Sidoarjo. Menurut Vira, kerjasama dengan platform digital pariwisata akan memberikan sejumlah keuntungan bagi desa-desa tersebut.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Tanam Pohon di Desa Wisata Sumuragung

Platform tersebut akan memberikan pendampingan dalam berbagai aspek seperti digital marketing, pemberian diskon tiket untuk menarik wisatawan, pendampingan pembuatan produk kerajinan kreatif, dan kerjasama dengan travel agent untuk promosi.

Dengan pendampingan yang komprehensif ini, diharapkan desa wisata di Sidoarjo dapat berkembang dengan baik dan menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Targetnya, pada Agustus 2024, pendampingan terhadap lima desa wisata ini akan selesai dan siap dipromosikan ke dunia pariwisata.

Kades Candi Pari, Nurhadi, menyambut baik program pengembangan desa wisata tersebut. Dia menjelaskan bahwa di desanya terdapat dua situs candi peninggalan kerajaan Majapahit, yaitu Candi Pari dan Candi Sumur, yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada malam Minggu. Selain candi, Desa Candi Pari juga memiliki budaya tradisional ludruk dan bantengan. Nurhadi berharap desa wisata ini dapat terus dibina dan dikembangkan agar semakin menarik bagi wisatawan.

Baca Juga :  Polsek Kedungadem Hadiri Tasyakuran Sedekah Bumi

“Semakin banyak jenis budaya yang ditawarkan, wisatawan akan semakin lama tinggal di sini,” ujarnya.

Pengembangan desa wisata di Sidoarjo merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan potensi pariwisata daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Dengan pendampingan dan promosi yang tepat, diharapkan desa-desa wisata ini dapat mendunia dan menjadi kebanggaan Kabupaten Sidoarjo. (mir/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *