Suaradesa.co, Bojonegoro – Udara pagi yang sejuk di kawasan wisata Sumber Air Grogolan, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Sabtu (9/8/2025), dipenuhi derap langkah, canda, dan tawa. Pagi itu, alam menjadi panggung kebersamaan dalam acara “Grow Go Land Berbagi – Sinergi Civitas Akademika dan Masyarakat untuk Lingkungan dan Pendidikan”.
Sejak matahari masih condong ke timur, peserta sudah berdatangan. Ada mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama BEM, HMP PAI, PBA, PGI, para dosen, alumni, hingga warga desa dan wisatawan yang tengah berkunjung.
Dukungan penuh datang dari EcoNext Ventures Indonesia, menjadikan kegiatan ini tak sekadar acara, melainkan pertemuan hangat berbagai unsur: akademisi, masyarakat, pemerintah desa, hingga pihak swasta.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran tamu kehormatan, termasuk Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I, jajaran wakil ketua, para kaprodi, perwakilan EcoNext Ventures Indonesia, Polhut KPH Bojonegoro, dan Kepala Desa Ngunut, Suwarno.
Rangkaian sambutan membuka acara, lalu doa yang dipimpin Aulia Singa Zanki, M.Si., mengikat niat untuk membawa pulang kebaikan dari hari itu.
Tiga agenda utama menjadi magnet kebersamaan, Jalan Sehat & Doorprize
Dari pendopo persemaian Perhutani, langkah-langkah beriringan menuju titik akhir dengan senyum lebar. Hadiah-hadiah menarik menambah semangat, tapi sorot mata bahagia peserta adalah hadiah yang sebenarnya.
Bhakti Sosial, Sebanyak 25 paket sembako berpindah tangan, menyentuh hati para penerima yang mengucapkan terima kasih dengan suara bergetar. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan kepedulian yang nyata.
Bersih Lingkungan Wisata
Sapu, kantong sampah, dan tangan-tangan sigap membersihkan Sumber Air Grogolan. Bukan hanya membersihkan, tapi juga memberi pesan kepada pengunjung: alam harus dijaga, bukan sekadar dinikmati.
Ketua Panitia, Sriyanti, M.Pd.I, yang juga Kaprodi PIAUD, menyampaikan rasa syukurnya. “Ini bukan hanya soal silaturahmi, tapi tentang kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan berbagi kebaikan,” katanya.
Bagi Kepala Desa Ngunut, perwakilan kecamatan, dan para penerima sembako, acara ini meninggalkan kesan mendalam. Mereka melihat bukti bahwa saat kampus, warga, dan dunia usaha bersinergi, hasilnya bisa menyentuh hati sekaligus menjaga bumi.
Dengan semangat Grow Go Land Berbagi, Sumber Air Grogolan hari itu menjadi saksi bahwa kolaborasi adalah kunci—untuk lingkungan yang lestari dan pendidikan yang berkualitas.(red)







