FeaturesSerba Serbi

Warga Desa Bondol Ubah Pelepah Pisang Jadi Barang Kerajinan

91
×

Warga Desa Bondol Ubah Pelepah Pisang Jadi Barang Kerajinan

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pelepah pisang yang telah mengering biasanya hanya dianggap sampah. Masyarakat sebatas memanfaatkan buah dan daun pisang sesuai kebutuhan. Namun, siapa sangka, pelepah pisang juga bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

Di tangan Ali warga Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro pelepah pisang dapat menjadi kerajinan seperti tas, topi, asbak, celengan, sandal, blangkon, dompet hingga songkok.

Memanfaatkan pelepah pisang hingga memiliki nilai ekonomi berawal dari 2011 lalu. Pria yang karab disapa Ali ini melihat potensi dari banyaknya pelepah pisang yang ada di sekitar rumah. Serta ditambah melihat banyak ibu-ibu yang mempunyai waktu lenggang.Akhirnya ia mendirikan kelompok Mega Kreasi yang ditujukan untuk pemberdayaan kelompok ibu-ibu

Baca Juga :  Manajemen Teras Kota Berbagi Takjil

Alhamdulillah, omzet yang dihasilkan bersama anggota kelompok Mega Kreasi sekali pemasaran dapat 200 ribu hingga 1 Jutaan,” ungkapnya.

Keberhasilan Ali Bersama anggota kelompok Mega Kreasi dalam membuat kerajinan dari pelepah pisang tak membuatnya puas. Ia terus memperbaiki kualitas dan kreatifitas hingga menghasilkan kerajinan dengan macam-macam bentuk.

Kini, kerajinan pelepah pisang karya Ali bersama kelompok Mega Kreasi bisa di lihat di galeri UMKM maupun sudah di kenal oleh beberapa pejabat di kabupaten Bojonegoro. Karena setiap ada even di tingkat desa hingga kabupaten, ia berusaha ikut untuk memasarkan dan mengenalkan produknya ke khalayak.

Baca Juga :  Partisipasi Warga Desa Gayam Mengikuti Vaksin Masih Rendah

Saat ini, Ali berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Dia berencana akan mengembangkan beberapa inovasi dan membuat beberapa acara pelatihan di Desa Bondol agar nantinya warga bisa mandiri dan meningkatkan kesejahteraan para perajin.(*zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *