HeadlineSerba Serbi

The Power Of “Cocote Tonggo”

1031
×

The Power Of “Cocote Tonggo”

Sebarkan artikel ini

“Iki cerito urip ono ing ndeso
Nyandang urip bebarengan karo tonggo. Ra kuat mangan, di rasani. Mangan enak, yo di iri
Kudu Piye anggonku nyikapi?”

Di atas adalah penggalan lirik lagu dangdut yang di beri judul cocote tonggo. Sebuah lagu yang tercipta dari cerminan kehidupan di desa dengan lika liku ceritanya, yang sebagian besar mengisahkan tentang ulah laku watak tabiat si tetangga.

Berbicara tentang desa, pastilah identik dengan keasrian alam, kesederhanaan kehidupan dan semangat gotong royong saling peduli. Cuma terkadang nih, semangat saling peduli ini menyasar ke perihal yang bukan ranahnya.

Peduli mencari kebaikan orang untuk di jadikan bahan nyinyiran dan peduli mencari keburukan orang untuk jadi bahan hinaan. Jal kudu piye nyikapine?

Sebelum membahas mendalam tentang cocote tonggo, yuk kita bahas dulu tentang apa itu Who am I dan Who are they? Ini adalah salah satu materi Kepribadian yang mengupas tuntas tentang “CHARACTER” yaitu sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia.

Baca Juga :  8 Caleg DPRD Bojonegoro Dapil 6 yang Berpotensi Lolos

Dari materi inilah kita akan mengenal lebih dalam bagaimana sebenarnya karakter kita dan bagaimana karakter tetangga dan lingkungan sekitar kita.

Kemampuan memahami Who am I dan Who are they inilah yang akan menjadi tolak ukur untuk bisa menyikapi bagaimana aksi dan reaksi kita berkaitan dengan cocote tonggo.

Apa sih sebenarnya cocote tonggo itu? Jadi, menurut kamus pergosipan dalam dunia perghibahan yang mayoritas di lakukan oleh kaum tidak produktif alias kurang kerjaan, cocote tonggo adalah mulut tetangga yang selalu membicarakan hal apapun perihal tetangganya yang semua di anggap tidak pantas, rendah dan selalu salah.

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Apakah perlu di sikapi atau tak perlu di tanggapi? Ingin di sikapi takut terbawa emosi, pun tidak di tanggapi kok malah makin menjadi jadi. Jal, kudu piye iki?

Bagi kita yang sudah belajar Karakter tentang Who am I dan Who are they, maka Cocote tonggo akan selalu menjadi Quality Control untuk perjalanan kehidupan kita.

Baca Juga :  Inilah Caleg Petahana yang Melaju di DPRD Bojonegoro Periode 2024-2029

Kalau cocote tonggo di anggap buruk lalu respon kita buruk maka hasilnya akan buruk. Kalau cocote tonggo di anggap buruk tapi respon kita baik maka hasilnya akan baik, bahkan pun jika cocote tonggo baik tapi respon kita buruk, maka hasilnya malah akan buruk.

Ini hanyalah kemampuan kita tentang merespon. Dan ini tercipta tergantung karakter kita.

Terkadang banyak dari kita yang merasa di rendahkan oleh cocote tonggo, karena memang rendahnya karakter kita sendiri. Jadi, ini bukanlah tentang apa cocote tonggo tapi tentang bagaimana respon kita.

Bagi sedulur semua yang ingin Mendapatkan materi Training “THE POWER OF COCOTE TONGGO” silahkan ketik ” Daftar Cocote Tonggo, kirim ke WA 082245040459. Materi akan di Sampaikan melalui online dan Gratis.

“Orang besar selalu mencari ide dan gagasan. Orang rendahan selalu mencari keburukan orang”

*Penulis adalah Certified Public Speaker’s dan Founder Wisata Edukasi Kampung Tumo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *