Home / Serba Serbi

Selasa, 6 September 2022 - 15:09 WIB

PLT Dirut ADS Sayangkan Pemberitaan Dua Media

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Plt Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Arief Adi Wibowo, menyayangkan pemberitaan di dua media yang tidak mengubungi pihaknya sama sekali untuk wawancara.

“Ada dua link berita yang didalamnya mengutip pernyataan saya dari Medcom.id dan ditambahi berupa opini si penulis,”ujarnya kepada Suaradesa.co saat ditemui dikantornya, Selasa (6/9/2022).

Dia menegaskan, jika dua media tersebut telah terverifikasi Dewan Pers maka bisa saja melaporkan hal itu sebuah pelanggaran kode etik. Namun, jika belum bisa masuk ranah pidana.

“Tapi saya tidak akan melakukan itu. Hanya meminta agar dua berita di dua media tersebut diturunkan,”tegasnya.

Menurutnya, isi dari pemberitaan di dua media pada paragraf pertama bukanlah pernyataan secara pribadi dari dirinya. Seperti pada berita dengan judul “Program CSR Tuntas 20 Agustus, Kriminalisasi Dirut PT ADS Akhirnya Terungkap”. Pada paragraf pertama sangat jelas merupakan opini si penulis.

Baca Juga :  Penyebab Meningkatnya Kemiskinan dan Kebijakan Strategis dari Pemkab Bojonegoro

“Tidak ada kriminalisasi pemberhentian dirut yang lama. Hasil RUPS LB telah disepakati semua pemilik saham termasuk dari PT SER,”tandasnya.

Tentunya, alasan pemberhentian mantan Dirut ADS, Lalu M Syahril Majidi telah disampaikan pada RUPS LB dan semua mensetujuinya.

“Kedepan, akan kita evaluasi ulang kinerja PT ADS dibawah kepemimpinan Pak Lalu,”ungkapnya.

Kemudian, pada berita kedua yang berjudul “Tidak Ada Proyek Jamban Mangkrak di Desa Napis”, bahkan terkesan mengadu domba dengan Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi.

Baca Juga :  Selamat Jalan Pak Amir, Jasamu Tak Akan Terlupakan

Dimana, pada paragraf pertama dituliskan jika dia tidak terima dengan pernyataan Sally Atyasasmi sebelumnya (baca : https://suaradesa.co/kota/komisi-b-pertanyakan-transparansi-program-csr-pt-ads/).

“Justru dengan adanya pemberitaan di Suaradesa disertai pernyataan Bu Sally saya terjun langsung untuk melihat kondisi di lapangan,”lanjutnya.

Dan memang, diakui ada keterlambatan pekerjaan pada 7 jamban dikarenakan kendala teknis seperti cuaca dan lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan. Namun pekerjaan tersebut telah diselesaikan pada 20 Agustus 2022.

“Kita juga akui ada miss komunikasi dengan Pemkab Bojonegoro terkait progres pembangunan jamban. Dan kedepannya ini yang kita evaluasi lagi,”pungkasnya. (rin)

Share :

Baca Juga

Headline

PuluhanTim Futsal di Bojonegoro Perebutkan Gus Muhaimin Cup Futsal Competition

Headline

Nikmatnya Paduan Kopi dan Air Kelapa di Warkop Bathok

Serba Serbi

Bojonegoro Ikuti Cabor Eksebisi E Sport Indonesia dan Gantole

Headline

Tenun Bojonegoro Tetap Diminati Saat Pandemi

Serba Serbi

Sumber Mata Air Belum Mencukupi Kebutuhan Pelanggan PDAM di Bojonegoro

Headline

Teka-teki Goa Kecil di Desa Gunungsari

Serba Serbi

Megahnya Masjid Kubah Emas Bojonegoro

Serba Serbi

Farida Hidayati Hadiri Jalan Santai MI MF PAC Muslimat NU Temayang