Serba Serbi

Penutupan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama di Tuban

20
×

Penutupan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama di Tuban

Sebarkan artikel ini
Acara penutupan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama di Kabupaten Tuban
Acara penutupan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama di Kabupaten Tuban

Tuban – Acara penutupan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama di Kabupaten Tuban mendapat sambutan positif dari peserta.

Umi Kulsum, mewakili Plt Kakankemenag Tuban, menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir, mengajak untuk terus menyebarkan Islam yang rahmatan lilalamiin.

Program penguatan moderasi beragama, yang masuk dalam Renstra Kementerian Agama tahun 2020/2024, menjadi fokus dalam acara ini.

Hal ini juga merupakan salah satu dari 7 program prioritas Kementerian Agama. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi perekat antar umat beragama di Kabupaten Tuban.

Peserta Orientasi Penguatan Moderasi Beragama di Tuban menyatakan kepuasannya terhadap kegiatan ini yang didanai oleh Dipa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  PPKD Akan Launching HKI Oklik Bojonegoro

Pada penutupan acara, beberapa peserta menyampaikan apresiasi dan kepuasan mereka.

Ketua PCNU Kabupaten Tuban, KH. Damanhuri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan ilmu baru dan saling mengenal satu sama lain.

Ia menekankan pentingnya moderasi sebagai upaya menjaga keharmonisan di Kabupaten Tuban.

Sri Yanuarsih, utusan dari agama Hindu, turut menyampaikan terima kasih dan kesan positif terhadap acara.

Ia berharap ilmu yang didapat dapat dilanjutkan kepada sesama umat Hindu. Sri Yanuarsih juga mengapresiasi kelengkapan fasilitas selama acara, termasuk pemberian uang saku dan transportasi.

Ketua Tim KUB dan TLHP Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Candra, menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Baca Juga :  Chahya, Mantan Jurnalis Bojonegoro Yang Tekuni Writer Platform NovelMe

Berdasarkan data dari Pusaka Kemenag Super App, Indeks KUB Jatim pada tahun 2023 mencapai 77,55, menempatkan Jatim di peringkat 12 se-Indonesia.

Ketua Panitia, Laidia Maryati, menyampaikan bahwa acara penutupan diawali dengan doa bersama lintas agama.

Pemberian sertifikat pelatihan secara simbolis dilakukan oleh perwakilan agama Khonghucu dan Islam.

Materi yang disampaikan meliputi sketsa kehidupan beragama di Indonesia, teologi perspektif moderasi beragama, nilai-nilai universal agama, hingga membangun gerakan dengan kepemimpinan.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dari berbagai unsur, seperti tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, dan ASN, selama empat hari mulai tanggal 22 hingga 25 Januari. (fa/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *