iklan skk-emcl

Home / Serba Serbi

Jumat, 30 Juli 2021 - 15:40 WIB

Pemuda Asal Desa Ngumpakdalem Produksi Minuman Herbal

Suaradesa (Bojonegoro) – Tanaman herbal dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Bahkan, banyak yang memanfaatkan tanaman herbal seperti, cengkih dan rempah-rempah lainnya sebagai salah satu ramuan alternatif untuk menjaga kondisi tubuh. Sehingga, tidak jarang tanaman herbal tersebut kemudian diolah untuk dijadikan minuman berkhasiat.

Salah satunya yang dilakukan oleh M. Mukhti Rizal Riswanda, asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang memanfaatkan tanaman herbal sebagai peluang bisnisnya.

Berawal di tahun 2018, alumnus Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Malang ini, memilih memanfaatkan tanaman herbal dengan alasan memiliki beragam khasiat. Namun melihat potensi yang ada, ia kemudian mengembangkan produk minuman herbal kekinian untuk dijual ke pasaran dengan merk AA.

Awal mulanya tahun 2018 produksi, perkembangan cukup pesat di tahun 2021. Dipasarkan di sekitar teman dan tetangga, sekarang sudah merambah ke kios-kios, galeri Dinkop hingga SRC. “Sudah tersebar di tujuh Kecamatan, termasuk bisa ditemui di Kios Rezeki di Komplek Taman Rajekwesi,” ungkap pemuda 26 tahun ini.

Baca Juga :  Berakhir Pekan di Warung Kanoman

Mukhti, membeberkan dalam mengembangkan bisnis minuman herbal tentu tidaklah mudah. Namun dengan kesabaran dan konsistensi yang dimiliki, bisnis yang dari awalnya ditawarkan di sekitar teman maupun tetangga kini berhasil bertahan di tengah Pandemi Covid-19.

Hal tersebut dikarenakan berbagai macam hal, seperti kepercayaan masyarakat akan manfaat ramuan herbal terhadap kesehatan. Dan juga kemasan dari minuman herbal kekinian yang sudah modern dengan bentuk kemasan botol minimalis.

“Sebagai minuman herbal kekinian yang mengandung beragam khasiat, tentu saat Pandemi kerap diburu masyarakat. Karena dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh,” ucapnya.

Baca Juga :  Kampung Tumo Buka Program Beasiswa Pendidikan Pramugari

Proses produksi minuman herbal, menurut pemuda 26 tahun ini tidaklah rumit. Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima jam dan setiap Minggunya ia memproduksi sebanyak dua kali dengan kriteria takaran sekali produksi sebanyak 80 botol dan dibantu 1 orang karyawan.

“Harga jual di pasaran Rp6.000 hingga Rp7.000, penyimpan dalam kulkas biasa tahan satu bulan jika dimasukkan freezer bisa sampai tiga bulan,” seloroh Mukhti.

Untuk meningkatkan pemasarannya, pemuda asal Ngumpak dalem ini juga melakukan pengurusan izin sertifikasi Halal MUI, BPOM hingga aktif di berbagai komunitas IKM dan UMKM dibawah naungan Dinas terkait. “Hal ini dilakukan agar menjadi penjembatan untuk meningkatkan pemasaran ke retail-retail modern, swalayan hingga supermarket,” pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Headline

Pesona Air Terjun Alami di Desa Kawengan

Serba Serbi

Klenteng Hok Tik Bio Blora Tak Gelar Perayaan Imlek

Headline

Gubernur Khofifah Pastikan Jatim Gelar Porwanas XIII 2022

Headline

Produsen Tempe di Blora Mulai Kurangi Porsi

Headline

Difabel Bojonegoro-Tuban Ikuti Pelatihan Pembuatan Nasi Jagung Instan

Serba Serbi

Gelar Maulid Nabi, Kepala Kankemenag Bojonegoro Tekankan 5 Budaya Kerja

Headline

My Besties Salon, Tingkatkan Kepercayaan Diri Wanita Bojonegoro

Serba Serbi

Cak Imin Jadi Presiden, Warga Blora Harapkan Sektor Pertanian Maju