Pertamina EP Cepu
Serba Serbi

Mendes PDTT Ingatkan Pentingnya Akar Budaya dalam Pembangunan Desa

40
×

Mendes PDTT Ingatkan Pentingnya Akar Budaya dalam Pembangunan Desa

Sebarkan artikel ini
Mendes PDTT Ingatkan Pentingnya Akar Budaya dalam Pembangunan Desa
Mendes PDTT Ingatkan Pentingnya Akar Budaya dalam Pembangunan Desa

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa pembangunan desa di Indonesia harus tetap berpegang pada akar budaya.

Dalam pidato kunci pada Forum Dimensi Sosial Perubahan Iklim di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT dan Bank Dunia di Jakarta, Rabu kemarin, Gus Halim (sapaan Abdul Halim Iskandar) menyampaikan pentingnya menjaga keberlanjutan budaya dalam pembangunan desa.

“Jangan sampai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa melupakan akar budayanya,” ujar Gus Halim.

Baca Juga :  Kasus DBD di Bojonegoro Januari-Oktober Capai 303 Kasus

Menurutnya, pembangunan desa yang tidak berakar pada budaya berpotensi menghilangkan kekayaan budaya Indonesia serta kebinekaannya dalam bahasa dan adat istiadat.

Gus Halim berharap pemerintah tetap mempertahankan budaya setempat dalam setiap pelaksanaan pembangunan desa.

“Dalam perencanaan pembangunan, walaupun teknologi dan zaman maju, pembangunan harus berakar pada budaya setempat. Kebinekaan yang dimiliki akan tetap terjaga,” tambahnya.

Untuk mendukung pembangunan desa yang berakar pada budaya, pemerintah telah mengatur pembangunan desa melalui Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. SDGs Desa diharapkan mampu menciptakan kelembagaan desa yang dinamis dan budaya desa yang adaptif.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik melalui Pelatihan Peningkatan Kemampuan

Gus Halim memberi contoh pembangunan rumah di daerah transmigrasi yang belum mengakar kuat pada budaya setempat.

Ia menyatakan bahwa pembangunan rumah di daerah transmigrasi selama ini mengikuti pola yang ditentukan pemerintah pusat tanpa memperhatikan budaya setempat.

“Melalui SDGs Desa, pembangunan rumah di daerah transmigrasi diharapkan menyesuaikan dengan model rumah budaya setempat, sehingga mencerminkan kebersamaan antara pendatang dengan masyarakat setempat,” jelasnya. (sya/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *