Serba Serbi

Ketua IGRA Bojonegoro Diduga Instruksikan Penyerahan KTP untuk Mendukung Calon Bupati Independen

25
×

Ketua IGRA Bojonegoro Diduga Instruksikan Penyerahan KTP untuk Mendukung Calon Bupati Independen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Ilustrasi

Bojonegoro – Dunia pendidikan di Bojonegoro mulai menuai kontroversi setelah bocornya isi pesan WhatsApp dari salah satu guru RA yang diduga mendapatkan instruksi untuk mendukung pencalonan Nurul Azizah sebagai Calon Bupati Independen.

Instruksi tersebut disinyalir berasal dari Ketua Ikatan Guru Raudlotul Athfal (IGRA) Bojonegoro, Mamik.

Menurut isi pesan WhatsApp yang beredar, Mamik meminta seluruh guru untuk mengirimkan foto kopi KTP guna mendukung pencalonan Nurul Azizah sebagai Calon Bupati Independen.

Dalam pesan tersebut, Mamik juga menyebutkan bahwa instruksi tersebut berasal dari Kepala Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Abdul Wakhid.

Baca Juga :  CEC Gelar Kegiatan Cipta Kuliner Ikan Laut Bersama Disnakkan Bojonegoro

“Tolong informasikan seluruh guru minta foto copy KTP untuk mendukung pencalonan Bu Nurul, hari ini setor terakhir, tolong kirim foto KTP nanti tak print e di kantor,” ujar Mamik dalam pesan tersebut.

Mamik juga meminta agar informasi ini tidak disebarluaskan ke publik karena khawatir akan menciptakan polemik di tengah-tengah masyarakat.

Namun, saat dikonfirmasi terpisah, Mamik membantah bahwa pesan WhatsApp tersebut berasal dari dirinya, mengklaim bahwa nomor WhatsApp yang menginstruksikan menyerahkan KTP bisa saja dibajak oleh orang lain.

“Biasanya gitu, nomor dan foto profil itu sama dengan punya saya. Tapi bukan saya, diblokir saja,” ucapnya.

Baca Juga :  Blora Sabet Adipura: Bersihkan Sampah, Menangkan Kategori Kota Kecil Terbersih

Mamik juga menegaskan bahwa pihaknya hanya menghimbau kepada seluruh guru untuk bebas memilih calon bupati, tanpa adanya arahan khusus.

Dikatakan bahwa ada dua calon yang dapat dipilih, yaitu Anna Mu’awanah dan Nurul Azizah.

Dari sisi jumlah anggota IGRA Bojonegoro, Mamik menyebutkan bahwa dari 9000 guru yang tergabung, kurang lebih 1000 orang belum membuat Kartu Tanda Anggota (KTA).

“Sehingga, deadline penyerahan KTP tersebut diberikan hingga Jumat (10/5/2024). Ada seribuan yang sudah setor KTP,”pungkasnya. (rin/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *