Serba Serbi

Dinas Sosial Bojonegoro Gelar Family Gathering Pasung ODGJ

26
×

Dinas Sosial Bojonegoro Gelar Family Gathering Pasung ODGJ

Sebarkan artikel ini
Dinas Sosial Bojonegoro Gelar Family Gathering Pasung ODGJ
Dinas Sosial Bojonegoro Gelar Family Gathering Pasung ODGJ

Bojonegoro – Dalam upaya meningkatkan penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan acara Family Gathering untuk korban pasung ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) di desa, Kecamatan Kepohbaru, pada Selasa, 30 April 2024.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Arwan, MSi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung Program Jawa Timur bebas pasung.

Dalam sambutannya, Arwan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga dan pemangku kebijakan dalam menangani korban pasung menuju terwujudnya Jatim bebas pasung.

Baca Juga :  Gandeng Pita Merah, EMCL Berikan Edukasi

Penanganan pasung, menurut Arwan, harus memperhatikan keamanan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi semua pihak dalam menangani pasung agar klien yang kembali ke masyarakat dapat dijaga dan diterima dengan baik.

Suroto SPd, Peksos Madya Dinsos Propinsi Jawa Timur, berharap Kabupaten Bojonegoro dapat mewujudkan program Jawa Timur bebas pasung sesuai dengan program gubernur Jawa Timur.

Eka Puspitasari, Kabid Rehabilitasi Sosial Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa acara ini dihadiri oleh narasumber dari berbagai instansi terkait seperti Dinas Sosial Propinsi, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, RSJ Menur, dan Dinas Kesehatan Bojonegoro.

Baca Juga :  Pengamanan Giat Ibadah Natal 2023 di GKJW Desa Balenrejo Berjalan Lancar

Sedangkan peserta terdiri dari Kepala Desa, perangkat desa, Bhabinsa/Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan keluarga klien.

Pendamping Pasung Kabupaten Bojonegoro, Pipit Anggraini SE, menyampaikan bahwa jumlah penderita ODGJ Pasung di Bojonegoro mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Saat ini, terdapat 8 orang yang dipasung dan 4 orang sudah bebas perawatan pada tahun 2024.

Acara ini menjadi langkah konkret dalam mendukung penanganan korban pasung ODGJ dan meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat akan pentingnya perlakuan yang ramah dan bijaksana terhadap ODGJ dalam kehidupan sehari-hari. (fa/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *