Serba Serbi

Caleg DPRD Bojonegoro Memanfaatkan Pengajian untuk ‘Personal Branding

37
×

Caleg DPRD Bojonegoro Memanfaatkan Pengajian untuk ‘Personal Branding

Sebarkan artikel ini
Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78, Kemenag Bojonegoro menggelar pengajian di alun- alun Bojonegoro.
Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78, Kemenag Bojonegoro menggelar pengajian di alun- alun Bojonegoro.

Bojonegoro – Dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-78, Kemenag Bojonegoro menggelar pengajian mengundang ulama tersohor Gus Iqdam di alun-alun Bojonegoro.

Pengajian yang dilaksanakan minggu (22/1/2024) malam di alun-alun tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kapolres, Kepala Kejaksaan, Kepala PN Bojonegoro dan Sekda yang mewakili Pj Bupati Bojonegoro.

Meski sempat diguyur hujan sejak sore, tidak menyurutkan semangat ribuan jamaah yang memenuhi alun-alun Bojonegoro.

Momen tersebut, ternyata dibuat kesempatan “personal branding” dua orang calon legislatif (caleg) dari dua partai berbeda.

Baca Juga :  Fakta Persidangan, Saksi Tandaskan Adanya Lelang Nomor Urut Caleg Partai Demokrat Bojonegoro

Meski menjadi caleg, namun keduanya masih aktif menjabat sebagai anggota dan pimpinan DPRD Bojonegoro.

Terlihat, anggota dan pimpinan DPRD Bojonegoro tersebut menggunakan busana putih dan duduk dibelakang Gus Iqdam.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Bojonegoro, Handoko Sosro Hadi Wijoyo, mengaku jika kedatangan caleg sekaligus anggota dan pimpinan aktif di DPRD Bojonegoro pada pengajian akbar tersebut sah-sah saja.

“Asal tidak memenuhi unsur kampanye, kedatangan mereka sah-sah saja meski secara tidak langsung membranding diri di hadapan orang banyak,”ungkapnya.

Baca Juga :  Alumni SMPN 2 Bojonegoro Bangun Musholla untuk Almamater

Terpisah, Kepala Kemenag Bojonegoro, Abdul Wakhid, mengaku, jika acara tersebut murni pengajian.

“Saya tidak mengundang caleg kalau caleg datang seperti jamaah yang lain,”elaknya.

Untuk diketahui, kegiatan pengajian semalam didanai dari Kemenag dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari informasi yang didapat menyebutkan, Kemenag Bojonegoro hanya melakukan pembayaran untuk Gus Iqdam sementara sarana dan prasarana ditanggung oleh masing-masing OPD terkait. (rin/fa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *