Sejarah Desa

Petilasan Atas Aji dan Mitos yang Dipercayai Masyarakat Setempat

217
×

Petilasan Atas Aji dan Mitos yang Dipercayai Masyarakat Setempat

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Petilasan adalah istilah yang diambil dari bahasa Jawa, kata dasar “telas” atau bekas yang menunjuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang yang penting / tokoh.

Tempat yang layak disebut petilasan biasanya adalah tempat tinggal, tempat beristirahat dalam pengembaraan yang relatif lama, tempat pertapaan, tempat terjadinya peristiwa penting, atau terkait dengan legenda tempat moksa.

Oleh sebab itu terutama di tanah Jawa, tercatat cukup banyak petilasan yang pernah di tinggali atau didatangi. Karena petilasan tersebut pernah ditinggali oleh orang penting maka dalam perkembangannya orang memandang bahwa lokasi tersebut wajib untuk dihormati dan dijaga.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Dorong Keterlibatan Desa Untuk Kebutuhan RTH

Seperti halnya petilasan Ki Atas Aji yang terletak di Dusun Atas angin Desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Ki Atas Aji adalah seorang tokoh agung yang dulunya pernah bertapa di bukit atas angin dan di percayai oleh masyarakat atasangin berengkarnasi menjadi bupati pertama Bojonegoro yaitu Bupati sumantri.

Juru Kunci Petilasan Suwiji mengatakan, di sini itu ada dua petilasan, petilasan Ki Atas Aji dan Sujonopuro. Mereka berdua itu masih saudara, yang atas aji petilasanya ada di Dusun Atas Angin dan Sujonopuro petilasanya ada di Dusun Jonopuro.

“Menurut sesepuh dahulu kedua kakak beradik tersebut berrengkarnasi, Ki Atas Aji berrengkarnasi menjadi bupati pertama Bojonegoro yaitu Bupati sumantri sedangkan sujonopuro berengkarnasi menjadi bupati pertama madiun yaitu bupati ronggo jumeno,” terangnya dengan bahasa jawa.

Baca Juga :  Yatim Mandiri Sinergi Program Khitan Massal

Dia juga melanjutkan, banyak orang yang memanjatkan hajat untuk menjadi pejabat pemerintahan di petilasan ini. Mulai dari Kepala Desa, Camat, DPR bahkan Bupati.

“Untuk silsilah dari ki Atas Aji saya kurang tau, akan tetapi kalau pengen tau lebih jelas silsilahnya datang ke kapas di situ masih ada keturunannya dan punya silsilahnya,” ujar Suwiji selaku Juru Kunci Petilasan .(sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *