Pertamina EP Cepu
Berita UtamaRilis

Peringati HUT Ke-13, DPC Gerindra Bojonegoro Launcing Gerakan Menanam

56
×

Peringati HUT Ke-13, DPC Gerindra Bojonegoro Launcing Gerakan Menanam

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dalam rangka ulang tahun Partai Gerindra yang ke-13, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bojonegoro, melaunching Program Pemanfaatan Lahan Kosong dan Waktu Kosong di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Sabtu (6/2/2021).

Acara ini diikuti serentak oleh 28 PAC Partai Gerindra di seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro.

Juru bicara DPC Gerindra, Anam Warsito, mengatakan, program ini merupakan gerakan menanam pada lahan kosong yang ada di pekarangan sekitar rumah kader Gerindra.

“Tujuannya untuk mencukupi ketersediaan empon-empon (rempah-rempah), sayur dan buah-buahan,” ujarnya kepada Suaradesa.co

Dia berharap, dengan menanam tanaman produktif di pekarangan atau lahan kosong bisa dikonsumsi sendiri atau dijual. Sehingga memiliki nilai tambah bagi pendapatan kader.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Tanam Pohon di Desa Wisata Sumuragung

“Hal ini selaras dengan tema Hari ulang tahun Partai Gerindra yang
Ke-13. Yaitu Memperkuat Diri Membangun Negeri,” tegasnya.

Tanaman empon-empon berupa Jahe merah, sere, kunyit, laos dan lain-lain hampir setiap hari dibutuhkan untuk memasak dan tanaman obat di Era pandemi ini. Ditambah tanaman sayur dan buah-buahan sangat baik untuk meningkatkan imunitas dan meningkatkan penghasilan secara ekonomi.

Lebih lanjut, program ini secara jangka panjang adalah bagian dari upaya meningkatkan Ketahan pangan yang selalu di sampaikan oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di setiap kesempatan kepada kader Partai Gerindra.

“Dalam Program Pemanfaatan Lahan Kosong dan Waktu Kosong dengan gerakan menanam ini, untuk langkah awal difokuskan bagi para kader dan pengurus,” lanjut Anam.

Baca Juga :  Tanam 2000 Bougenville di Desa Tambakromo

Namun, ke depan jika gerakan ini berhasil dan masyarakat ingin terlibat atau turut serta dalam program ini, pihaknya sangat terbuka dengan menyediakan bibit secara gratis untuk masyarakat.

Perlu diketahui, empon-empon, sayur dan buah yang selama ini dibeli masyarakat Bojonegoro masih didatangkan dari luar kabupaten. Di antaranya Malang, Blitar, Kediri dan Nganjuk.

Melihat hal ini, tentunya peluang pasar tanaman empon, sayur dan buah sangat terbuka lebar.

“Sehingga kami sangat yakin program ini akan berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan,” pungkasnya (*Rilis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *