Rilis

Cakupan Vaksinasi Penyandang Disabilitas dan ODGJ di Bojonegoro Capai Target

20
×

Cakupan Vaksinasi Penyandang Disabilitas dan ODGJ di Bojonegoro Capai Target

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus gencar melaksanakan vaksinasi. Hal ini dilakukan agar herd immunity segera tercapai di Bojonegoro. Tak terkecuali bagi penyandang disabilitas dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dilakukan di ponkesdes maupun secara jemput bola door to door.

Hasilnya, target capaian vaksin kelompok rentan penyandang disabilitas, ODGJ dan pendampingnya sudah memenuhi target.

“Data per 3 Agustus 2021 hingga 31 Agustus 2021 sebanyak 2.344 disabilitas dan pendamping sudah tervaksin 100 persen,” ucap Pengelola Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bojongoro Imam Wahyudi.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas Kanor, Dwi Ripnowati. Ia mengatakan, target vaksin dosis satu telah melebihi capaian dan kini tinggal menyiapkan untuk vaksin dosis kedua.

Berkat kerja keras tim vaksinator, didampingi bhabinkamtibnas, babinsa, dan perangkat desa setempat mendatangi rumah penyandang disabilitas dan ODGJ, cakupan vaksin kelompok ini menjadi nomor satu se-Bojonegoro.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Semangati Generasi Muda Ikuti Tes CPNS dan PPPK

Salah satu vaksinator dari Puskesmas Kanor, Heny Wahyu Kurniasari didampingi dengan rekannya Purwanto memberikan dosis vaksin pada pasien ODGJ di Ponkesdes.

“Cakupan vaksin disabilitas wilayah Puskesmas Kanor nomer satu se-Bojonegoro,” ungkapnya.

Sebanyak 12 dari 16 penyandang disabilitas telah divaksin dosis pertama. Heny mengaku, kendala yang terjadi adalah beberapa pasien menolak berangkat karena tidak memahami apa itu vaksin. Namun, Heny dan pihaknya datang untuk menjelaskan maksud dan tujuan vaksinasi.

“Kami datang kemudian menjelaskan bahwa itu adalah suntik kesehatan biar tambah sehat dan kuat, lalu mereka menyetujui,” ungkap Heny.

Terpisah, Juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio menegaskan, upaya vaksinasi terhadap dua kelompok rentan secara door to door tersebut terus digenjot dengan koordinasi melalui pemdes setempat. Mengingat kendala akses dan mobilitas ke luar.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Dorong Budidaya Bunga Krisan Mampu Suplai Floris

Sementara itu, Ketua Penyandang Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Sanawi mengatakan, PDKB telah berupaya untuk mengedukasi anggotanya agar mau melakukan vaksin. Meskipun demikian, ada beberapa anggota yang masih takut divaksin, khususnya penyandang disabilitas tunadaksa karena memiliki penyakit polio.

“Mereka takut suntikan vaksinasi bisa memperparah kondisi, sehingga kami hanya bisa mengajak dan tidak mungkin memaksa karena itu hak mereka,” tutur Sanawi. Hingga kini, anggota PDKB yang sudah divaksin yaitu tunarungu, tunanetra, dan beberapa tunadaksa.

12 anggota Gerakan untuk Kesejahteran Tunarungu Indonesia (Gerkatin) juga  telah melakukan vaksin dosis pertama. M. Irfan Ramadhan selaku anggota mengaku sejauh ini tidak ada kendala untuk mengajak teman-teman tunarungu ikut vaksinasi. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *