Rilis

Bupati Bojonegoro Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah Pangan Jadi UMKM Baru

×

Bupati Bojonegoro Dorong Inovasi Pengelolaan Limbah Pangan Jadi UMKM Baru

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co, Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dengan menggelar Gerakan Masyarakat Selamatkan Pangan (Gema Pangan) dan Lomba Pangan 2025 di Ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro.

Mengusung tema “Bijak Kelola Pangan, Selamatkan Masa Depan,” agenda ini sekaligus menjadi wadah bagi lahirnya inovasi pengolahan limbah pangan yang memiliki potensi ekonomi.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dan Wakil Bupati, Nurul Azizah hadir langsung pada sesi penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba inovasi pangan berbasis sisa makanan.

Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan limbah pangan.

Ia menggambarkan besarnya potensi limbah makanan yang terjadi setiap hari di tingkat rumah tangga.

“Apabila setiap warga Bojonegoro menyisakan satu butir nasi saja setiap kali makan, maka dalam setahun bisa terkumpul sekitar 50 ton beras yang terbuang sia-sia. Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan kreatif dalam mengelola pangan,” ujarnya.

Program Gema Pangan 2025 diikuti oleh 112 peserta, terdiri dari anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), guru dan siswa SMA, serta para finalis lomba inovasi pangan. Sebelumnya, Lomba Inovasi Kelola Sisa Pangan “Sisa Jati Rasa Bojonegoro 2025” telah digelar pada 26 Agustus dengan diikuti 94 peserta. Sepuluh peserta terbaik kemudian berkompetisi di hadapan dewan juri untuk mempresentasikan hasil olahan pangan berbahan sisa makanan.

Dorong jadi UMKM Berbasis Limbah Pangan

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi atas kreativitas yang ditunjukkan peserta. Menurutnya, isu ketahanan pangan tidak hanya soal produksi dan ketersediaan, tetapi juga kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

“Gerakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mengedukasi masyarakat untuk menghargai setiap butir pangan. Inovasi pengolahan sisa pangan bukan hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan agar gerakan ini tidak berhenti pada seremonial saja. Pemkab akan mendorong peserta yang memiliki inovasi untuk disambungkan dengan Dinas Perdagangan dan instansi terkait agar bisa berkembang menjadi UMKM olahan limbah pangan yang berkelanjutan.(mir/him)