Home / Headline / Peristiwa

Senin, 10 Agustus 2020 - 21:20 WIB

Torehan Prestasi PEPC, Bentuk Komitmen Proyek JTB

Jakarta – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan, yaitu perusahaan terbaik pertama dalam penilaian kinerja Key Performance Indicator (KPI) Supply Chain Management (SCM) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Grup II dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk tahun buku 2018.

Penilaian kinerja pengelolaan perusahaan ini dilakukan oleh SKK Migas terhadap 49 KKKS se-Indonesia yang dibagi menjadi tiga grup. Penilaian KPI meliputi dua aspek, yaitu Kuantitatif dan Kualitatif. Aspek kuantitatif terdiri empat hal yaitu aspek kepatuhan terhadap pedoman pengelolaan rantai suplai KKKS dan pedoman yang terkait serta perundang-undangan yang berlaku.

Efisiensi biaya, efisiensi dan pengoptimalan pemanfaatan aset, dan aspek pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. Sedangkan penilaian kualitatif mengukur perilaku organisasi atau fungsi pengelolaan rantai suplai pada KKKS.

Baca Juga :  Terapkan PPKM Darurat, Pekerja Migas di JTB 2 Minggu Sekali Swab Antigen

“Prestasi ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama, hasil kerja seluruh pekerja PEPC yang didukung oleh seluruh mitra,” tutur Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi di Jakarta dalam rilis yang diterima suaradeaa.co, Senin (10/9/2020).

Dalam kesempatan yang sama VP SCM PEPC, Fransjono Lazarus menambahkan, prestasi ini tercapai dengan keterlibatan dan kerja sama semua fungsi di PEPC.

“Dan harapannya kedepan prestasi ini dapat dipertahankan,” ujarnya.

Prestasi ini sebagai upaya pencapaian visi menjadi Perusahaan Migas Nasional Kelas Dunia. PEPC telah melakukan pengelolaan perusahaan dengan menerapkan ISO-9001:2015 tentang Quality Management System dan ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Dan di tahun 2020 ini PEPC juga akan melakukan sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 45001.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Hadirkan Ruang Terbuka Hijau "Taman Gajah Bolong" di Ujung Timur

Keberhasilan PEPC dalam melakukan efisiensi capital expenditure (capex) Proyek JTB sekitar US$ 653 juta menjadi US$ 1,547 miliar dari yang semula US$ 2,2 miliar, komitmen pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40,03%, serta strategi-strategi lain dalam pengelolaan Proyek JTB pastinya juga menjadi nilai penting dalam penilaian kinerja ini.

“Pencapaian ini menjadi bukti komitmen PEPC sebagai operator Proyek JTB dalam melaksanakan amanah negara, menyelesaikan Proyek Strategis Nasional ini untuk on-stream di tahun 2021. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat seluruh insan PEPC untuk terus berjuang lebih baik lagi kedepan,” jelas Awang Lazuardi.(Humas PEPC/Rin)

Share :

Baca Juga

Headline

Bupati Bojonegoro Melepas Atlet Kontingen Porprov Jatim

Headline

BUMDes Campurejo Serap Naker Lokal

Headline

Pandemi Jadi Peluang Usaha Kue Rumahan

Headline

EMCL dan PEPC Tingkatkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Headline

BUMDes Mojodeso Sulap Sampah Menjadi Olahan Bermanfaat

Headline

Menikmati Dawet Hitam di Antara Hutan Jati Kedewan

Headline

Bupati Bojonegoro Beri Penghargaan ke Kades Pelopor Kampung Tangguh Semeru

Headline

Berharap Dipekerjakan Kembali Usai Pandemi Covid-19