Peristiwa

Kebocoran Tangki Fuel Terminal BBM Tuban

241
×

Kebocoran Tangki Fuel Terminal BBM Tuban

Sebarkan artikel ini
Bupati Tuban Kunjungi Tempat Kebocoran Tangki Fuel Terminal BBM di Kabupaten Tuban
Bupati Tuban Kunjungi Tempat Kebocoran Tangki Fuel Terminal BBM di Kabupaten Tuban

Tuban – Tangki Fuel Terminal BBM Tuban (TBBM) di area PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tuban di Desa Remen Kecamatan Jenu mengalami kebocoran pada Senin dini hari, pukul 02.00 WIB.

Kejadian ini menyebabkan kekhawatiran di antara warga sekitar, memaksa mereka untuk mengungsi ke Lapangan Desa Purworejo, Jenu, atau desa tetangga yang dianggap lebih aman.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, turun langsung untuk meninjau area pengungsian bersama Forkopimda. Ditemani oleh Sekda Tuban, Budi Wiyana, serta Kepala OPD terkait, Camat, dan Kepala Desa setempat, Mas Lindra, menyampaikan urgensi peningkatan keamanan dan keselamatan di sekitar proyek vital nasional tersebut.

Baca Juga :  Stok Darah di UDD PMI Bojonegoro Menipis

Mas Lindra menekankan pentingnya menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi bersama agar tidak terulang lagi di masa depan. Sementara itu, pihak internal Pertamina sedang menyelidiki penyebab kebocoran tersebut.

Warga yang mengungsi mengalami kondisi sulit, dihadapkan pada kabut tebal dan bau gas menyengat. Beberapa di antaranya bahkan merasakan pusing dan mual. PT Pertamina melalui Manager TBBM, Adriansyah, mengklarifikasi bahwa meskipun bau tersebut tidak berbahaya, beberapa orang mungkin merasakan efek sampingnya.

Baca Juga :  Rumah di Desa Ngarum Tuban Terbakar karena Konsleting Listrik

Seluruh area dalam radius 200 meter dari lokasi tangki yang bocor dikosongkan sementara waktu atas kesepakatan bersama dengan BPBD dan pihak terkait. Total pengungsi mencapai 2.050 jiwa, dengan mayoritas diungsikan ke Lapangan Sepak bola Desa Purworejo, Jenu.

Setelah dilakukan penyisiran oleh petugas dengan menggunakan Gas Detektor, pada pukul 10.00 WIB, keseluruhan area dinyatakan aman dan warga bisa kembali beraktivitas normal.

Namun, koordinasi dan investigasi lebih lanjut dengan Pertamina dan pihak terkait tetap dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat di masa mendatang. (fa/rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *