Opini

Kritik pada Pembelian Tiket Persibo oleh Pj Bupati Bojonegoro

13
×

Kritik pada Pembelian Tiket Persibo oleh Pj Bupati Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro – Managemen Persibo mendapat sorotan tajam setelah meminta Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto menghimbau semua elemen masyarakat, termasuk OPD, Camat, dan Kades, untuk membeli tiket pertandingan Persibo.

Kritik ini muncul karena banyak yang merasa bahwa menonton sepak bola bukanlah tanggung jawab utama para pejabat, serta tidak adanya korelasi yang jelas antara kegiatan tersebut dengan program pembangunan Bojonegoro.

Surat permohonan dari Persibo Bojonegoro kepada Pj. Bupati dan seluruh elemen masyarakat meminta dukungan dalam bentuk pembelian tiket pertandingan.

Managemen Persibo Bojonegoro, berharap dukungan tersebut dapat memberikan semangat menghadapi laga-laga di putaran liga 3 nasional 2023/2024.

Tiket tersedia dengan harga dimulai dari Rp 25.000 hingga Rp 75.000.

Pesan himbauan-pun disebarluaskan melalui group-group whatsupp dan pesan pribadi. Beragam tanggapan mewarnai himbauan tersebut.

Baca Juga :  Semua Tentang Desa

Tidak sedikit yang menyampaikan kepada redaksi jika pesan itu hanya berupa himbauan dan tidak wajib untuk hadir meski berasal dari Pj Bupati Bojonegoro.

“Karena tidak ada aturan yang mewajibkan para kepala OPD, Camat maupun Kades untuk hadir dalam acara itu,”ungkap salah satu Kades yang mewanti-wanti tidak disebutkan identitasnya.

Hal senada diungkapkan narasumber lainnya yang mendapat pesan terusan berupa himbauan untuk membeli tiket Persibo dari koleganya.

Salah satu mahasiswa di Bojonegoro, Aldila Nurina (20), melihat fenomena ini sebagai alat politik salah satu pejabat aktif yang santer dikabarkan mencalonkan diri sebagai Bupati Bojonegoro di Pilkada 2024 nanti.

“Pejabat tersebut terang-terangan melalui keluarga dan relawannya mempromosikan diri sebagai caon bupati dan jelas-jelas menunggangi Persibo,”tegasnya.

Baca Juga :  Kisah Dua Sekda di Ajang Pilkada 2024: Antara Kontroversi dan Ketenangan

Jika dilihat secara aturan, menurut Dila, sapaan akrabnya, tidak ada yang dilanggar. Namun etika dalam hal ini sangat dikesampingkan.

“Euforia terhadap bola memang sedang hangat-hangatnya. Dugaan saya, akan jadi ajang black campaign oleh pejabat yang mencalonkan diri tersebut,”imbuhnya.

Menurutnya, si pejabat tersebut akan memanfaatkan momen pertandingan untuk “membranding” diri atas supportnya terhadap Persibo.

“Seperti membuat video dan menyebarluaskan foto dirinya. Apalagi kemarin sudah nyumbang kendaraan,”tukasnya.

Sementara Pj Bupati Adriyanto, mengatakan jika pihaknya mendorong seluruh warga Bojonegoro untuk menyaksikan pertandingan sepakbola kebanggaan Bojonegoro.

“Untuk pegawai pemkab tentu juga didorong ikut menyaksikan setelah jam kantor dengan biaya sendiri,”pungkasnya. (rin/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *