HeadlineKabar Kota

Peringati HMPI, Bupati Bojonegoro Ajak Warga Jaga Ekosistem

9
×

Peringati HMPI, Bupati Bojonegoro Ajak Warga Jaga Ekosistem

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan penanaman 4.500 pohon yang dilaksanakan secara simbolis di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Jumat (27/11/2020).

Penanaman pohon ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

HMPI merupakan instruksi Presiden untuk menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Nasional dan Bulan Menanam Nasional di bulan November.

Penanaman dilaksanakan di tiga lokasi yakni Desa Kepoh Kidul, Desa Duwel, dan Desa Kesongo yang ditanami 1.500 pohon di tiap desa tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Hanafi menyampaikan selama kurun waktu dua tahun, DLH Bojonegoro telah menanam sebanyak 190.000 pohon di jalan desa, kabupaten, provinsi, sekililing waduk atau embung, kanan kiri jalan menuju wisata, dan fasilitas umum desa.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Polres Bojonegoro bersihkan Sampah serentak di Bantaran Sungai Bengawan Solo

Penanaman pohon berfungsi untuk menyaring udara di bumi, dengan daun dan batangnya dapat menyerap gas berpolusi dengan berbagai komponen.

“Sehingga mampu membantu kita bernafas dengan baik,” tegasnya.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, menambahkan dalam penanaman pohon supaya dengan cara baik dan benar agar dapat tetap hidup. Mulai dari menanam kedalamannya, bentuk bibitnya, dan tiang penyangga untuk bibitnya.

Baca Juga :  Tegakkan Disiplin Anggota, Kapolsek Tambakrejo Cek Kedisiplinan dan kelengkapan Surat Anggota

Bupati Anna juga mengajak seluruh masyarakat menjaga ekosistem iklim dunia untuk kesehatan, dengan cara menanam pohon.

“Saya yakin warga Kesongo dan sekitarnya makin sadar terhadap kebersihan lingkungan, termasuk sampah,” tegasnya.

Bupati wanita pertama di Bojonegoro juga meminta warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk sampah plastik karena tidak bisa terurai atau tidak bisa menyatu melebur dengan tanah.

“Selain menanam pohon, warga juga harus jaga kebersihan. Termasuk sampah plastik yang tidak bisa menyatu dengan tanah,” pungkasnya. (*ror)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *