Home / Headline / Kabar Kota

Rabu, 25 November 2020 - 14:12 WIB

Perajin Tas Daun Pandan Tondomulo Banjir Pesanan

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Kesibukan ibu-ibu warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih nampak sama seperti hari-hari biasa. Yakni, menjemur daun pandan yang sudah dipotong dan dihilangkan duri-durinya. Namun, daun-daun pandan tersebut tidak lagi diproduksi menjadi tikar.

Adanya pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, membuat semua ibu-ibu rumah tangga tersebut memiliki kreatifitas lainnya.

Rinawati (45) misalnya, sejak remaja sudah membantu orangtuanya membuat tikar dari daun pandan. Sehingga, ilmu menganyam dimanfaatkan hingga menikah dan memiliki dua anak.

“Baru sekarang benar-benar mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Pemkab Bojonegoro,” tukasnya, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga :  Bojonegoro Raih Jumlah Desa Mandiri Tertinggi Nasional

Jika satu hari mampu membuat 5-10 tikar dengan berbagai ukuran, kini Rina, sapaan akrabnya mampu membuat berbagai macam bentuk anyaman dari daun pandan seperti tas, dompet, kotak tissue dan masih banyak lagi.

“Kami sekarang hampir setiap hari memproduksi tas dari daun pandan. banyak pesanan dari orang-orang dinas,” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah yang sudah menggalakkan industri rumahan ramah lingkungan yang baru kali dilaksanakan di desanya.

Begitu juga dengan Rahayu (40), yang merasa senang bisa mengembangkan bakatnya selain membuat tikar di rumah. Selama bertahun-tahun, bersama ibunya yang sudah berusia senja, ia menggantungkan hidup dari membuat dan menjual tikar.

Baca Juga :  239 Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Kasek Dilantik Bupati Bojonegoro

“Iya, kami sekeluarga dari dulu jualan tikar,” tukasnya.

Harga tikar, kata Rahayu bermacam-macam, mulai dari Rp35.000 sampai dengan Rp50.000. Penjualan tikar tidak hanya dari dalam Bojonegoro tetapi juga luar Bojonegoro.

“Sudah ada pelanggan tetap yang mengambil barang dari saya,” imbuhnya.

Dia berharap, hasil kerajinan tersebut juga tidak kalah dengan penjualan tikar yang memiliki pangsa pasar sendiri meski tidak lagi seramai dulu.

“Ya semoga saja, pesanan kerajinan dari daun pandan ini mengalir terus dan meningkatkan pendapatan kami semua,” pungkasnya.(*nue)

Share :

Baca Juga

Headline

Look Simpel Make Up Ala Yune Wina Arsita Bisa Kamu Tiru Saat Hang Out

Kabar Kota

Bersama OJK, Farida Hidayati Memberikan Penyuluhan Jasa Keuangan

Kabar Kota

Dinkes Bojonegoro Ajak Masyarakat Cegah HIV/AIDS

Kabar Kota

Dandim 0813 dan Forpimda Bojonegoro Imbau Pedagang Physical Distancing

Kabar Kota

Polres Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro Gandeng Dinas Kesehatan Lakukan Fogging

Kabar Kota

Bupati Bojonegoro Terima Anugerah Widya Wiyata Dharma Satya Dari Unesa

Headline

Minta SKK Migas dan K3S Bantu Suplai Suplemen dan Vitamin

Headline

Harga Bahan Baku Tak Stabil, Perajin Tahu Ledok Sesuaikan Porsi