Home / Kabar Kota

Kamis, 1 September 2022 - 18:08 WIB

Komisi B Pertanyakan Transparansi Program CSR PT ADS

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Mangkraknya bangunan jamban sehat di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2021 memantik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dari data PKP Cipta Karya Pemkab Bojonegoro menyebutkan, ada 90 jamban sehat yang dibangun oleh 5 kontraktor mitra pelaksana masing-masing bangunan senilai Rp10 juta.

Dari 90 unit jamban tersebut, sebagian besar mangkrak dan tidak terpakai karena masih ada sarana yang belum dilengkapi.

Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi, menyayangkan jika program yang seharusnya memberikan manfaat pada masyarakat justru terbengkalai dan tidak terpakai.

Baca Juga :  Mustakim Nakhodai GP Ansor Bojonegoro Periode 2020-2024

“Selama ini, jika kita tanya jawaban PT ADS selalu berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro kaitan dengan pelaksanaan program CSR,”ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Bahkan, pihaknya tidak pernah mengetahui secara spesifik detail pelaksanaan di masyarakat bagaimana dan seperti apa.

“Jadi, ketika penunjukan pihak ketiga baik lelang maupun penunjukan langsung PT ADS selalu berkilah telah berkoordinasi dengan dinas tekhnis,”tukasnya.

Dengan adanya bangunan yang mangkrak di Desa Napis, Sally akan lebih fokus lagi pada transparansi program CSR dari BUMD pengelola Participating Interest (PI) Blok Cepu ini.

Baca Juga :  Karyawan EMCL Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa

“Padahal di awal kegiatan, kami berkali-kali menegaskan soal CSR ini khususnya di pelaksanaan termasuk sinkronisasi jangan sampai tumpang tindih,”tegasnya.

Politisi muda asal Partai Gerindra ini menegaskan jika memiliki wewenang untuk mengontrol CSR tidak hanya deviden-nya saja, tetapi semua hal tekhnis karena modalnya dari APBD.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana mengatakan jika secara tekhnis pelaksanaan CSR ditangani oleh perusahaan itu sendiri.

“Selama ini, PT ADS kurang berkoordinasi dalam pelaksanaan CSR-nya. Kita tidak tahu siapa mitra pelaksana selaku kontraktor di lapangan,”pungkasnya.(rin)

Share :

Baca Juga

Kabar Kota

JALAN PEGIAT PRAMUKA HADAPI CORONA (3)

Headline

Pemdes Ngrejeng Gelar Musdes RPJMDes 2020-2025

Kabar Kota

HUT Ke-15, PEPC Sukses Memulai Well Testing Sumur JAM-3

Headline

SK DPD Partai Golkar Bojonegoro Turun Sah-kan Mitroatin Sebagai Ketua

Headline

Mitro’atin : Terus Dukung Program Pemerintah Yang Pro Rakyat

Headline

Ketua DPRD : Proses Kenaikan Tunjangan Dewan sebelum Pandemi Covid-19

Kabar Kota

Pemkab Bojonegoro Hadirkan Semangat Membangun Daerah di TMII

Kabar Kota

ExxonMobil Cepu Limited Gelar Kegiatan EVP di Desa Gayam