Kabar Kota

Inilah Penyebab Genangan Air di Wilayah Perkotaan Bojonegoro

28
×

Inilah Penyebab Genangan Air di Wilayah Perkotaan Bojonegoro

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, meminta eksekutif untuk segera menindaklanjuti adanya genangan air yang membanjiri wilayah jantung kota setiap hujan deras.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, mengatakan, jika dari dulu Bojonegoro merupakan kawasan banjir karena dataran rendah. Namun, kali ini ada beberapa titik jalan protokol yang selalu tergenang air.

“Apalagi, ada pembangunan drainase yang harapannya bisa memperlancar aliran air justru menyebabkan genangan,” kata Sukur, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, pembangunan drainase kota tidak hanya dilihat fungsi di atasnya saja tapi fungsi di bawah sebagai aliran arus air. Sehingga, muara aliran air dari drainase ini harus jelas.

Baca Juga :  HMP PAI UNUGIRI Gelar Workshop Pembelajaran PAI Berbasis ICT

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana, menegaskan, jika tidak ada yang salah dalam perencanaan pembangunan drainase di Bojonegoro.

“Masalah genangan air di jalan protokol itu, karena banyaknya sampah yang ada di kali avour di Kelurahan Ledok Wetan sebagai muara akhir aliran air,” jelasnya.

Pihaknya langsung menindaklanjuti tumpukan-tumpukan sampah rumah tangga yang mengakibatkan aliran air dari drainase kota tidak lancar dengan mengeruknya dan membuang di tempat semestinya.

Baca Juga :  Targetkan Bulan Agustus 2021 BLT DD Tersalurkan Semua

Insya Allah, setelah ini tidak akan ada genangan air lagi. Sepanjang masyarakat sadar membuang sampah bukan di kali karena menjadi muara akhir,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanafi, menegaskan, akan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sumber Daya AIR (SDA) menangani masalah sampah yang menumpuk di kali avour.

“Kita sudah mengimbau masyarakat membuang sampah di tempatnya. Apalagi di wilayah Ledok Wetan sudah terdapat bak dan pembuangan sementara untuk sampah,” pungkasnya. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *