iklan skk-emcl

Home / Kabar Kota

Rabu, 3 Agustus 2022 - 19:26 WIB

Gayeng di Kajian Sor Keres, Bupati Bojonegoro Diskusi tentang Dana Abadi

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Raperda dana abadi pendidikan mulai digenjot pembahasannya. Bahkan, ditargetkan tuntas sebelum APBD Perubahan 2022 agar bisa merealisasikannya.

Adanya Raperda dana abadi ini menjadi bahan diskusi masyarakat sipil yang menamakan diri anggota Kajian Sor Keres (KSK).

Dalam kajian yang dilakukan di halaman warung kopi Bu Tiyok pada Selasa (2/8/2022) siang kemarin, dihadiri oleh semua anggota dengan berbagai macam profesi, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Luluk Alifah.

Sekretaris KSK, Yazid Mar’i, mengatakan, ketika berbicara tentang dana pendidikan tentu bicara tentang kualitas sumber daya.

“Tentu, kita harus tahu siapa yang menggunakan anggaran ini,”ujarnya.

Baca Juga :  Inilah Rangkaian Hari Bhayangkara ke 76 oleh Polres Bojonegoro

Dia berharap, dana abadi pendidikan yang dialokasikan untuk beasiswa di tingkat perguruan tinggi ini ditujukan bagi yang memiliki prestasi.

“Jadi, anak-anak Bojonegoro yang mendapatkan beasiswa ini nanti bisa kembali dan menjadi pioneer dalam pembangunan di daerah,”ujarnya mengawali diskusi.

Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, mengatakan jika sebelum membuat Raperda dana abadi ini sudah melalui proses sampai pada pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Pada 2018 saya menjabat, adanya pendapatan dari dana bagi hasil migas ini APBD Bojonegoro meningkat,”ujarnya.

Sehingga, lanjut Bu Anna, dengan adanya DBH Migas tersebut, Pemkab Bojonegoro memikirkan cara melakukan investasi jangka panjang dalam bentuk pendidikan.

Baca Juga :  Sedekah Bumi, Warga Bangkle Blora Berebut Gunungan

“Kemarin sudah dilakukan Forum Group Discussion (FGD) dengan dihadiri dua Kementrian dan tenaga ahli DPR RI yang intinya Bojonegoro sudah memenuhi syarat untuk membuat Perda salah satunya kemampuan fiskalnya tinggi,”tukasnya.

Memang ada ditindak lanjuti melalui Peraturan Pemerintah (PP), namun jika dana tidak disimpan maka bisa jadi kehilangan momentum.

“Uangnya habis dibelanjakan, kita tidak punya tabungan untuk itu. Sehingga, disarankan berkonsultasi dengan Kementrian apakah boleh dititipkan di cadangan dulu, kalau sudah cukup baru di dana abadi,”tandasnya. (Rin)

Share :

Baca Juga

Headline

BPBD Bojonegoro Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Headline

Pansus I DPRD Bojonegoro Kembali Bahas Raperda SOTK

Kabar Kota

Update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 26 April 2020 Jam 18.00 WIB

Headline

Tahun 2022 Pendapatan PI Blok Cepu Dipasang Rp80 Miliar

Headline

Sukur Prianto Minta Dinkes Segera Tindak Lanjuti Keterlambatan Gaji Perawat

Kabar Kota

Update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 14 April 2020 Jam 18.00 WIB

Headline

Ademos dan Konsorsium PDTC Luncurkan Film Literasi COVID-19

Kabar Kota

Hariku adalah Kamu