Kabar Kota

DPRD Bojonegoro Gelar FGD Raperda Kawasan Tanpa Rokok

27
×

DPRD Bojonegoro Gelar FGD Raperda Kawasan Tanpa Rokok

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Focus Group Discusssion tentang Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Hotel Aston, Rabu (7/12/2022) kemarin.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar, Ketua Bapemperda sekaligus anggota Komisi B, Sutikno, dan Doni Bayu Setiawan.

Sementara narasumber yang dihadirkan sebagai penyusun naskah akademik dari Universitas Bojonegoro dan peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, Organisasi Masyarakat, Mahasiswa, Rumah Sakit, dan masyarakat sipil.

Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar, mengatakan, jika Raperda ini merupakan implementasi dan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama dua menteri yakni Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri sehingga Bojonegoro nantinya memiliki payung hukum yang jelas untuk kawasan tanpa rokok.

Baca Juga :  Kepala MAN 1 Tuban Pimpin Proses Wisuda Ratusan Siswa

“Untuk itu, kami melakukan FGD ini untuk mendapatkan masukan dari semua lapisan masyarakat sebagai penyempurna raperda,” tukasnya.

Menurutnya, sudah dibayangkan tempat-tempat yang seharusnya tidak ada rokok dan kawasan yang sangat steril mengacu pada aspek lain.

“Kadang merokok tidak hanya diartikan sebagai bahaya tapi juga etika dalam kemudian melakukan aktivitas merokok,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bapemperda Sutikno mengatakan jika beberapa aspek yang diharapkan bisa masuk dalam kajian akademik yang tidak serta merta menjadi bahaya di masyarakat tapi juga masuk dalam etika.

“Tidak hanya didalam forum kita masih melihat ada orang yang merokok. Sehingga terkesan kegiatan yang dilakukan jauh dari etika dan sebagainya,”tukasnya.

Baca Juga :  PLN Perpanjang Keringanan Tagihan Listrik Hingga Desember 2020

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga perlu menyiapkan kawasan untuk merokok. Sehingga perlu pembahasan tentang ini.

“Hari ini kami dari dprd dan opd hanya ingin mendengar apa masukan dari masyarakat yang bisa memberikan kontribusi bagi para perokok berat,”tukasnya.

Dia melanjutkan, jika FGD kali ini dilakukan untuk penyempurnaan draft. Khususnya pada penyediaan naskah akademik dari Unigoro yang bersinergi untuk melakukan kerjasama.

“Apalagi hari ini FGD yang kedua berarti hampir 90 persen apa yang menjadi masukan sudah disiapkan,” pungkasnya. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *