Home / Kabar Kota

Kamis, 25 Agustus 2022 - 13:54 WIB

Dorong Bebas Stunting, Bupati Bojonegoro Membuka Kegiatan Diseminasi Gizi

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Bebas dari Stunting menjadi tantangan bagi Negara saat ini. Untuk mendukung bebas dari Stunting di Kabupaten Bojonegoro, Bupati Bojonegoro, Anna Muáwanah membuka kegiatan Diseminasi Gizi di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Kamis (25/08/2022).

Satu diantara penunjang dari bebas stunting adalah pemenuhan Gizi bagi anak untuk tumbuh kembangnya. Dalam pembukaanya secara Daring, Bu Anna menuturkan peran serta bersama akan sangat membantu bebas dari Stunting.
“Untuk pengendalian dan Bebas dari Stunting bukan semata-mata tugas dari seorang Ibu, tapi pemenuhan gizi bagi anak menjadi tugas seorang bapak,” Ujarnya.

Selain itu Pemkab Bojonegoro sudah menyisir terhadap kriteria stunting yang benar. Serta memanfaatkan data yang real untuk melaksanakan kebijakan yang tepat sasaran. “Bojonegoro sudah ada dokter pendamping untuk mengedukasi masyarakat dalam hal menghadapi stunting,”Tambahnya.

Baca Juga :  RSUD Sumberrejo Raih 17 Besar Kovablik

Sementara dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum menyampaikan kegiatan Diseminasi Gizi ini mengangkat tema “Remaja Sehat Bebas Stunting Penuh Prestasi” diikuti 129 peserta dari OPD dan lembaga-lembaga perempuan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

“1000 hari pertama setelah kelahiran membawa dampak kehidupan bagi Balita, tersebut akan berimbas sampai Dewasa,”sambutnya. Untuk mendukung bebasa dari Stunting di Kabupaten Bojonegoro. Dinas Kesehatan telah membagikan tablet penambah darah bagi remaja-remaja putri. Hal ini dilakukan karena remaja putri mengalami masa pubertas dan rawan kekurangan zat besi ketika menstruasi.

Baca Juga :  Bupati Anna Sapa Warga Bojonegoro di Bumi Cendrawasih

Sebagai Narasumber, Dr. Andrianto,SH, M.Kes, Ketua Asosiasi Nutisionis Indonesia (ASNI). Dalam paparannya, selain gizi buruk yang diberikan,hal yang cukup mempengaruhi terjadinya stunting adalah pola hidup sehat yang kurang tepat dan tidak disadari telah dilakukan sejak lama.

“PHBS atau Prilaku Hidup Bersih dan Sehat yang kita lakukan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak,”pesan pria yang menjadi Staf Ahli Gubernur Jawa Timur ini.

Menurutnya Stunting sendiri adalah gagal tumbuh pada anak dan bukan karena cacat fisik. Walaupun dalam sosisalisai sering disampaikan Kerdil atau pendek sering dikonotasikan sebagai tanda-tanda stunting. (rilis)

Share :

Baca Juga

Headline

EMCL Serahterimakan Alat Produksi Chip Mocaf ke KUB Kecamatan Dander  

Headline

Menepis Kekhawatiran Peningkatan Indeks Desa Membangun

Headline

Farida Hidayati Bersama Bank Indonesia Berikan Bantuan Stimulus Bagi Warga Terdampak

Headline

Fraksi PAN Apresiasi Langkah Strategis Bupati Bojonegoro

Kabar Kota

Sejak 2020, Pemkab Bojonegoro Realisasikan Beasiswa Kepada 2.226 Mahasiswa

Headline

Pemkab Bojonegoro Siapkan Fasilitas Rapid Antigen dan Antibodi

Kabar Kota

Aladin, Wujudkan Hunian yang Layak dan Bermartabat

Headline

Emil Dardak Apresiasi Program Perwira di Bojonegoro