Kabar Kota

Dinkes Bojonegoro Ajak Masyarakat Cegah HIV/AIDS

21
×

Dinkes Bojonegoro Ajak Masyarakat Cegah HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mengajak masyarakat Bojonegoro selalu peduli kesehatan, terutama mencegah HIV/AIDS. Aksi tersebut sebagai bentuk dari rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2022.
Ajakan itu dilakukan melalui program SAPA! (SELAMAT PAGI) Malowopati FM edisi Kamis (8/12) dipandu penyiar Lia Yunita. Siaran SAPA! dapat diikuti secara live YouTube kanal Malowopati Radio dan interaksi langsung melalui nomor WhatsApp 08113322958.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Bojonegoro, dr. Whenny Dyah Prajanti mengatakan, peringatan Hari AIDS sedunia setiap 1 Desember 2022, kali ini bertemakan “Equalize” dan Indonesia mengusung tema “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS”.

Dinkes Bojonegoro menitikberatkan peningkatan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat akan pentingnya pencegahan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam pengendalian HIV/AIDS.

Baca Juga :  Strategi Bupati Bojonegoro dalam Memajukan Pertanian dengan Dukungan Bulog

“Saat ini penyebaran HIV/AIDS semakin banyak dialami anak muda sesuai dengan sorotan Kementrian Kesehatan RI. Kasus HIV yang mulai didominasi usia muda,” kata dr Whenny Dyah Prajanti, Kamis (8/12).

Whenny menyampaikan, sesuai data terkini menunjukkan sekitar 51% kasus HIV baru yang terdeteksi diidap oleh remaja. Dan berdasarkan data modeling AEM, pada 2021 diperkirakan ada sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27.000 kasus. Data Kemenkes juga menunjukkan sekitar 12.533 kasus HIV dialami oleh anak usia 12 tahun ke bawah.

“Dulu yang kaum muda itu kecenderungan terpapar karena jarum suntik, tapi sekarang karena trennya hubungan seksual,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, dari studi baru menyebutkan jika perempuan yang mengalami kekerasan lebih rentan terpapar HIV. Dinamika kekuatan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan meningkatkan kerentanan perempuan dan anak perempuan terhadap HIV.

Baca Juga :  DPU SDA Bojonegoro Bahas Keberlanjutan Pembangunan Waduk Karangnongko dan Pejok

“Ketidaksetaraan ini hanya dapat dihadapi jika kita semua mendukung kerja-kerja program penanggulangan AIDS,” tambahnya.

Pihaknya mengaku pentingnya edukasi tentang bahaya penyebaran HIV/AIDS yang harus diberikan melalui organisasi masyarakat dan juga dari sisi organisasi keagamaan. Kelompok agama atau organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan harus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait dengan kesehatan reproduksi terhadap remaja di masjid ataupun di gereja.

“Tentu ini harus dimulai dari diri sendiri yakni komitmen diri sendiri untuk menolak, karena tidak ada cara lain untuk mencegah HIV,” pungkasnya.(ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *