Home / Headline / Kabar Kota

Rabu, 18 November 2020 - 19:22 WIB

Dinas Kesehatan Sebut Capaian Angka Harapan Hidup di Bojonegoro Tinggi

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Peningkatan ini diukur melalui indeks kesehatan yang didapatkan dari Angka Harapan Hidup (AHH).

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pudjiningrum, mengatakan, capaian AHH Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 adalah 71,36 tahun.

“Angka ini melebihi capaian Nasional sebesar 71,34 tahun dan Jawa Timur sebesar 71,18 tahun,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Sementara, upaya yang dilakukan untuk mencapai AHH tersebut diantaranya adalah melalui berbagai program kegiatan yang dapat digambarkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dikatakan, 12 indikator SPM Bidang Kesehatan terdiri dari pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis.

Baca Juga :  93 PPPK Guru Terima SK Bupati Bojonegoro

“Indikator itu, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2019,” tegasnya.

Mengacu pada Renstra Kementerian Kesehatan yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan program pembangunan kesehatan, lanjut Ani, program prioritas nasional dalam pembangunan derajat kesehatan adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Balita Stunting.

Hingga saat ini yang masih ada kendala yaitu pada AKI yang masih jauh di atas capaian Jawa Timur. Capaian AKI Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 sebesar 149,67 per 100.000 Kelahiran Hidup.

Baca Juga :  Pelebaran Jalan di Wilayah Bojonegoro Barat Masih Proses Pembebasan Lahan

“Sedangkan capaian Jawa Timur sebesar 91,45 per 100.000 Kelahiran Hidup,” lanjutnya.

Data Dinas Kesehatan, hingga November 2020, AKI sebanyak 28 orang, AKB 126 orang, dan stunting 6,87. Dari 28 kasus AKI itu 14 di antaranya disebabkan akibat kehamilan usia subur resiko tinggi.

Sedangkan dari segi pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memjamin warga melalui program UHC (Universal Health Coverage).

“Sekarang sudah 98,8% penduduk atau 1.324.868 penduduk yang sudah tecover BPJS,” pungkasnya. (*nue)

Share :

Baca Juga

Headline

Pemberdayan Ekonomi Melalui Produk Lokal Bojonegoro
ilustrasi

Energi

Mengenal Lapangan Gas Kolibri-001 di Bojonegoro

Headline

Ikut Pencarian, PAC Ansor Gondang Bersyukur Korban Tenggelam Ditemukan

Headline

PT Rekind Klaim 69 Persen Naker Lapangan Gas JTB Warga Lokal

Headline

Kunjungi PosPam Lantas Jambean, Wagub Jatim Apresiasi Pelayanan Ramah

Headline

Komunitas Pedagang Kaki Lima Bojonegoro Dukung Gus Muhaimin Presiden Pada Pilpres Mendatang

Kabar Kota

Pemkab Bojonegoro Terima Aduan PJU via Medsos dan WhatsApp

Headline

Bupati Bojonegoro Harapkan Dekranasda Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas