Kabar Kota

Bupati Anna : TPA Harus Beri Jaminan Untuk Anak Saat Ditinggal Ibu Bekerja

118
×

Bupati Anna : TPA Harus Beri Jaminan Untuk Anak Saat Ditinggal Ibu Bekerja

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Kalitidu) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah, meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3KB) untuk mengantisipasi agar tidak terjadi eksploitasi dan kekerasan terhadap anak, agar setiap Taman Penitipan Anak (TPS) dipasang CCTV, yang terkoneksi dengan sistem di Pemkab Bojonegoro.

“Sehingga bisa termonitor selama jam-jam penitipan anak tersebut. Bupati juga berpesan agar untuk penyerahan dan pengambilan anak, harus betul-betul scurity-nya pakai Standart Operasional (SOP),” tegasnya saat launching Taman Penitipan Anak di Kecamatan Kalitidu, Jumat (25/7/2020) lalu.

Bupati wanita pertama di Bojonegoro ini mengingatkan. agar penjagaan di TPA benar-benar terjamin keamanannya. Jangan sampai nanti yang mengambil orang lain. Pastikan bahwa yang mengambil adalah orang tuanya.
“Jadi nanti jangan sampai ada anak hilang di TPA. Harus betul-betul diantisipasi,” pesannya.

Bupati kembali mempertergas terkait maraknya “berbagai kejahatan” sehingga sebagai antisipasi harus diperketat SOP nya, dan petugas harus benar-benar tegas dalam menjalankan SOP tersebut.

Baca Juga :  DLH Bojonegoro Beri Bantuan Kendaraan Angkut pada Bank Sampah

“Bagi Petugas, kalau tidak boleh ya harus mohon maaf. Demi keselamatan anak memang tidak boleh.” kata Bupati.

Bupati Anna juga berpesan agar selama anak ditipkan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, dapat dilakukan hal-hal yang produktif, sehingga anak-anak natinya juga memiliki ketrampilan dan pengetahuan, di saat mengisi waktu di taman tersebut.

“Terima kasih Dinas P3AKB yang sudah merealisasikan program Pemkab Bojonegoro, yaitu Taman Penitipan Anak di kecamatan, sehingga ibu-ibu sudah bisa menitipkan anak-anaknya, di saat melaksanakan tugas atau saat bekerja,” tukas wanita berhijab ini.

Pihaknya juga meminta agar dinas terkait terus melakukan inventarisasi aset pemerintah di Kecamatan lain sehingga bisa dipergunakan sebagai Taman Penitipan Anak (TPA).

Dia mengatakan, tahun 2019 sudah ada 3 TPA, tahun 2020 tambah 1 TPA, diupayakan tahun 2021 ditambah lagi 4 TPA dengan mencari lokasi yang tepat.

Baca Juga :  Komisi C Minta Prioritaskan Warga Lokal Sebagai Naker JTB

“Banyak hal yang bisa dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup anak,” tegasnya.

Dari informasi yang didapat, alasan dipilihnya tiga kecamatan yang lebih dulu dibantu TPA tersebut, karena menurut data di Kecamatan Kalitidu, Kapas dan Buareno, adalah kecamatan yang memiliki banyak industri rokok.

“Dan banyak ibu-ibu yang bekerja di pabrik, sehingga nantinya bisa menitipkan anaknya pada Taman Penitipan Anak (TPA) tersebut,” tukasnya.

Diungkapkan, jika TPA ini berbeda dengan taman pendidikan-pendidikan usia dini lainnya. Karena memang khusus untuk penitipan anak, khususnya para ibu yang memang bekerja di luar rumah, sehingga dengan adanya TPA ini orang tua masih bisa bekerja dan anaknya juga masih bisa terurus dengan baik. (*Red)

Penulis : Redaksi

Editor : Nafita Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *