Suaradesa.co,Tuban- Pagi itu, suasana Puskesmas Jenu tampak berbeda.
Sejumlah tamu dari luar daerah terlihat menyusuri ruang layanan, mencermati alur kerja, hingga berdialog langsung dengan petugas kesehatan.
Mereka datang bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa semangat belajar.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menerima kunjungan studi komparatif dari Pemerintah Kabupaten Sampang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mempercepat pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Puskesmas Jenu dipilih sebagai lokasi kunjungan karena rekam jejaknya dalam membangun tata kelola layanan publik yang konsisten.
Di tempat inilah, proses berbagi pengalaman antardaerah berlangsung secara terbuka dan setara.
Sekretaris Dinkes P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, menyebut studi komparatif ini sebagai ruang saling belajar yang bermakna. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi daerah tamu, tetapi juga menjadi cermin evaluasi bagi Tuban sendiri.
“Studi banding ini merupakan kesempatan untuk saling belajar. Tidak hanya bermanfaat bagi Kabupaten Sampang, tetapi juga menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Puskesmas Jenu sejak awal dibangun dengan semangat keterbukaan.
Praktik baik yang dijalankan dalam pembangunan Zona Integritas, kata dia, bukan untuk disimpan sendiri, melainkan dibagikan agar bisa direplikasi sesuai karakter masing-masing daerah.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang, dr. Titin Hamidah, MKes, MH. Ia menilai Puskesmas Jenu layak menjadi rujukan karena memiliki sistem pelayanan yang tertata dan capaian kinerja yang jelas.
“Kami melihat Puskesmas Jenu memiliki capaian kinerja dan sistem pelayanan yang jelas. Banyak hal yang bisa kami pelajari dan adaptasi agar pelayanan di Kabupaten Sampang semakin baik,” tuturnya.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (29/12) tersebut diikuti oleh peserta lintas instansi.
Rombongan terdiri dari Inspektur Pembantu Bidang Investigasi Inspektorat Daerah Kabupaten Sampang beserta tim pendamping internal, Sekretaris Dinas Kesehatan dan KB, Bagian Organisasi, hingga Kepala Puskesmas Omben bersama tim Zona Integritas.
Lebih dari sekadar agenda formal, pertemuan ini diharapkan menjadi jembatan sinergi antardaerah dalam memperkuat reformasi birokrasi, khususnya di sektor kesehatan.
Dinkes P2KB Tuban berharap, hasil studi komparatif ini dapat melahirkan langkah-langkah teknis yang aplikatif dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat. (Fa/Him)







