Home / Kabar Desa

Senin, 25 Juli 2022 - 20:26 WIB

Warga Desa Wotangare Dulang Rupiah Dari Kamboja Jepang

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Memasarkan produk-produk dagangan secara online, memiliki banyak sekali keuntungan.

Selain kemudahan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, para pelaku bisnis juga tak perlu repot untuk menyediakan toko fisik, yang tentunya akan membutuhkan tambahan biaya untuk membeli atau menyewa.

Apalagi di era teknologi informasi makin kencang seperti sekarang, beberapa usaha yang dulunya dirasa berat sekarang tak lagi seperti itu. Fenomena ini pun seolah membuka banyak kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencoba.

Peluang usaha dan bisnis online sejatinya bisa membawa seseorang kepada sebuah kesuksesan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Contohnya seperti yang dilakukan Agus Utomo (31), pemuda asal Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, yang memanfaatkan media sosial untuk mendulang rupiah dari tanaman hias yaitu Adenium (Kamboja Jepang).

Adenium adalah spesies tanaman hias, batangnya besar, bagian bawahnya menyerupai umbi, batangnya tidak berkambium, akarnya dapat membesar menyerupai umbi, bentuk daunnya panjang ada yang lonjong, runcing, kecil, dan besar, warna bunganya bermacam-macam.

Baca Juga :  Memilih Kerja di Pertambangan, Sekdes Sukorejo Mengundurkan Diri

“Pertama kali saya bisnis adenium sambil kerja, tapi kemudian saya memilih resign atau keluar dari tempat kerja. Saya ingin fokus bisnis adenium,” ujar Agus Utomo kepada awak media saat berkunjung ke kebun miliknya, Senin (25/07/2022).

Di kebun milik Agus Utomo terdapat lebih 50 identitas bunga, dan terdapat lebih dari dua ribu pohon adenium. Harganya bervariasi, dari Rp50 ribu hingga Rp3,5 juta. Dari macam tanaman tersebut, banyak yang menyukai adenium dengan akar yang berwarna emas.

Para pembeli datang dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Papua, Aceh, Jakarta, Bandung dan Bali.

“Setiap hari banyak yang pesan tanaman hias jenis adenium, karena saya menjaga kualitas pohon. Hal itu yang menjadi pertimbangan mengapa orang membeli ke sini,” kata bapak satu anak ini.

Baca Juga :  Awal Tahun 2022, Sigit Kushariyanto Reses di Desa Ngraseh

Media sosial memudahkannya menjangkau pembeli dari seluruh Nusantara. Pemesan aglonema dari Sumatera sampai Papua. Dia merintis bisnis tanaman hias sejak tahun 2018. Ia mengaku merintis bisnisnya ini disebabkan karena mencari kesibukan ketika pulang libur kerja dari tambang dan tidak ada kegiatan.

“Saya kan bekerja di Tambang Nikel, selama 6 minggu bekerja dan 2 minggu libur, ketika di rumah tidak ada kegiatan maka saya mencari kesibukan menggeluti Adenium ini, ternyata ketika ditelateni dengan sungguh-sungguh, tanaman ini bisa menghasilkan dua kali lipat gaji dibanding pekerjaan saya dulu hingga 30 juta,” ujarnya.

Akan tetapi sekarang Agus harus kembali lagi bekerja di tambang sebab menurutnya pisau jika tidak di asah pasti akan tumpul. Begitu pula kemampuannya di bidang pertambangan nikel, jika di tinggalkan pasti dia juga akan lupa ilmu pertambangannya.(sya)

Share :

Baca Juga

Kabar Desa

Mulai Musim Hujan, Petugas Gabungan di Blora Intensif Lakukan Fogging

Headline

KKN, Mahasiswa UNUGIRI Beri Pelatihan Olahan Jambu Kristal di Desa Ringintunggal

Headline

Adib Nurdiyanto Ciptakan Minuman Herbal Bunga dan Dedaunan

Kabar Desa

Butuh 20 Miliar untuk Perbaiki Jalan Desa Sekitar Blok Cepu

Headline

Desa Canga’an Bentuk BUMDes Optimalkan Potensi Pembuat Kue Tradisional

Headline

Minimalisir Penyebaran Covid-19, Razia Gabungan Digelar Hingga Pelosok Desa

Kabar Desa

EMCL Gelar Peningkatan Kapasitas Pengelola Air Bersih

Kabar Desa

Masyarakat Samin Bagikan 1000 Bendera Merah Putih di HUT RI ke-77