Pertamina EP Cepu
Kabar Desa

Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Latih PKK Desa Sambiroto

449
×

Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Latih PKK Desa Sambiroto

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field memberikan pelatihan kepada TP PKK Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, di Balai Desa setempat, Minggu (18/9/2022). Ketua TP PKK, Desa Sambiroto, Sri Wahyuni, menyambut baik pelatihan Digital Marketing oleh Pertamina EP Sukowati Field sebagai tindak lanjut program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Disini banyak anggota kami yang menjadi pengrajin batik, kue kering, dan produk lokal lainnya,”ujarnya.

Dia berharap, pelatihan yang diberikan bersama tim Suara Desa bisa berkelanjutan dan membantu peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Sambiroto.

“Dengan memanfaatkan digital marketing ini, semoga para pengrajin lokal bisa memasarkan produknya secara online tidak hanya offline saja,”tandasnya.

Baca Juga :  Warga Ngelo Antusias Sambut Proyek Bendung Gerak

Sementara itu, Public Relation Staff PT Pertamina EP Sukowati Field, Eko Yudha Prawira mengatakan, program tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi operasi.

“Program ini kami mulai sejak dua tahun terakhir, membina Kelompok Batik yang beranggotakan 20 orang ibu rumah tangga dengan menjalankan sejumlah kegiatan di antaranya pelatihan, pendampingan, serta beberapa bantuan fasilitas produksi,” ujarnya.

Pelatihan Digital Marketing ini, lanjut dia, juga akan menjadi konsentrasi program CSR Pertamina EP Sukowati Field tahun 2023 mendatang. Sebelumnya, kelompok masyarakat tersebut hanyalah ibu-ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki penghasilan.

Baca Juga :  Desa Klino, Desa Subur Yang Memiliki Banyak Potensi

“Dengan adanya program ini tentu dapat menciptakan nilai ekonomi baru bagi masing-masing rumah tangga untuk menambah penghasilan keluarga,” katanya.

“Setidaknya motif batik yang telah diciptakan oleh masyarakat melalui program ini, salah satunya motif batik asli Sambiroto,”tandasnya.

Salah satu peserta, Wati (40), mengaku senang dengan ilmu yang didapatkan selama pelatihan. Tidak hanya bisa membantu memasarkan kue keringnya tapi juga mempromosikan toko milik keluarga.

“Semoga tidak hanya sekali ini saja,”pungkasnya. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *