Home / Headline / Kabar Desa / Kabar Kota

Senin, 19 Oktober 2020 - 11:48 WIB

Penyesalan Petani Tua Pemasang Jebakan Tikus di Tambahrejo

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Sejak digiring di halaman Mapolres Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mengikuti giat pers release dengan awak media, dua pria berambut putih nampak lesu mengikuti arahan petugas.

Dengan tangan terborgol, dua petani yang usianya setengah abad lebih tersebut selalu tertunduk. Sesekali menatap sayu polisi serta wartawan yang berjubel di depan mereka.

Mereka adalah Tayib (63) dan Sutiono (57). Keduanya adalah pemilik lahan dan pemasang tiang serta kabel listrik untuk jebakan tikus yang memakan korban jiwa satu keluarga.

Giliran kedua orang yang telah ditetapkan tersangka itu ditanyai Kapolres AKBP Budi Hendrawan, tiba-tiba Tayib menangis terisak.

“Saya menyesal pak, sangat menyesal. Saya tidak menyangka kalau tetangga saya yang yang jadi korban,” ujarnya, Senin (19/10/2020).

Baca Juga :  Bertahan Saat Pandemi, "Pa'e Debog" Raih Prestasi di Economy Hybird

Kapolres nampak menenangkan tersangka dan meminta untuk sabar menghadapi ujian. Karena memang, selain kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang lain melayang juga berpotensi memakan korban lagi jika tindakan seperti ini dibiarkan terus.

“Ya sudah, sabar ya, Pak. Dah, dijalani saja yang ikhlas,” ujar AKBP Budi.

Keduanya berjanji, jika kelak bebas dan bertani lagi tidak akan menggunakan alat yang berbahaya.

Dijelaskan, tersangka Tayib merupakan pemilik sawah dan sumber aliran listrik. Sementara Suryadi dimintai tolong untuk memasang instalasi listrik.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dari beberapa saksi dan perwakilan dari keluarga korban, polisi akhirnya berkesimpulan dua tersangka tersebut cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Serap Aspirasi, Miftahul Huda Dorong Penguatan Kelompok Tani dan Ternak di Kalitidu

“Dari kejadian tersebut dua tersangka di jerat dengan Pasal 359 KUHP Jo 55 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada para petani supaya tidak memasang jebakan listrik di sawah, karena jebakan tersebut bisa membahayakan orang lain dan juga diri sendiri.

Sebelumnya, Minggu (11/10/2020) satu keluarga di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor tewas akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang dipasang di sawah. Korban meninggal yakni Parno (suami), Riswati (istri), Jayadi (anak) dan Arifin (anak).(*rin)

Share :

Baca Juga

Balai Desa Sudah

Headline

Desa Sudah, Desa Tertua di Kabupaten Bojonegoro

Kabar Desa

Keunikan Sedekah Bumi di Puncak Gunung Mbah Sadu Desa Kawengan

Headline

Semarak Rangkaian HPN 2022 di Bojonegoro

Headline

Sosialisasikan Kebijakan Stimulus OJK, Farida Hidayati Bagikan 500 Paket Sembako

Kabar Desa

Manfaatkan Kotoran Hewan, Warga Setren Membuat Pupuk Organik

Kabar Desa

Tahun Ini Pemkab Bojonegoro Siapkan BKKD 419 Mobil Siaga Desa

Headline

Hujan Deras, Genangan Air Seputaran Kota Cepat Surut

Kabar Kota

Polsek Margomulyo Cek Suhu Tubuh Pengendara di Perbatasan Bojonegoro-Ngawi