Kabar DesaKabar Kota

Pemkab Bojonegoro Beri Sanksi Tegas Jika Tak Ada Tanaman Pengganti

133
×

Pemkab Bojonegoro Beri Sanksi Tegas Jika Tak Ada Tanaman Pengganti

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro ) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menegaskan, pemotongan pohon di jalan utama sekarang ini selain karena ada pembangunan trotoar, juga usia pohon yang mencapai 30 tahun lebih.

“Jadi tidak semata-mata karena pembangunan trotoar saja tetapi juga usia pohon yang memang sudah tua,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Hari Prasetyo, Kamis (3/9/2020).

Dia ungkapkan, pemotongan pohon mengikuti paket pekerjaan trotoar diantaranya Jalan Gajah Mada, Jalan Untung Suropati, Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan Jalan Panglima Sudirman.

“Pohon-pohon tersebut akan diganti dengan pohon yang baru oleh kontraktor,” tukasnya.

Baca Juga :  Webinar SKK Migas ; Jurnalis Yang Adaptif dan Produktif di Masa Pandemi

Hari mengaku, setelah ditebang akan diganti dengan tanaman yang lebih berwarna yakni jenis tabebuya. Dan penanamannya akan lebih dirapikan antarpohon diberikan jarak 2 sampai 3 meter.

Secara tekhnis, pihaknya menyampaikan jika penanaman pohon tabebuya harus disediakan media tanam berupa pot yang besar. Ukuran pohon baru yang ditanam adalah diameter 10 sampai 20 sentimeter, dengan tinggi pohon 3 sampai 4 meter.

“Pohon tabebuya juga sebagai pohon peneduh,” tegasnya.

Pihaknya memastikan, kontraktor pelaksana pembangunan trotoar aka mengganti semua pohon yang ditebang. Jika tidak, maka akan memberikan sanksi tegas karena sudah ada anggarannya sendiri.

“Kalau sampai tidak diganti pohonnya, akan ada sanksi tegas nanti,” tukas Hari.

Baca Juga :  DPMD Bojonegoro Siapkan Regulasi Pengawas Pilkades

Dikatakan, jika pembangunan trotoar ada 5 paket pekerjaan dengan nilai pekerjaan untuk jalan Gajah Mada sebesar Rp3,2 Miliar, Jalan Untung Suropati sebesar Rp2,4 Miliar, Jalan Panglima Sudirman sebesar Rp5 Miliar, Jalan Diponegoro Rp4 Miliar dan Jalan Kartini, Rp2 Miliar.

“Target penyelesaian sebelum akhir tahun 2020 ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemkab Bojonegoro merombak total desain trotoar di wilayah perkotaan. Dari awalnya paving, kini dirubah menjadi granit dan diberi guiding block yang diperuntukkan bagi penyandang tuna netra.

Sementara penempatan pot bunga di trotoar juga akan dirapikan seperti di depan Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Respon (2)

  1. Trus yg memelihara spy pohon yg ditanam bisa tumbuh/hidup siapa? Klu kontraktor yg bertanggung jawab yaa siap2 untuk jadi masalah kedepan nya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *