iklan skk-emcl

Home / Kabar Desa

Jumat, 19 Agustus 2022 - 11:44 WIB

Mendulang Rupiah Dari Kotoran Kelelawar Goa Lowo Ngronan

Suaradesa.co (Bojonegoro) — Kita acap tak peduli pada nilai kotoran hewan. Padahal, kandungan senyawa organik yang ada pada kotoran itu bisa diolah menjadi pupuk. Seperti kotoran kelelawar yang hidup di dalam gua bisa menjadi pupuk yang menggantikan peran pupuk kimia, seperti urea dan NPK.

Biarpun merupakan sisa pencernaan, sejumlah kotoran hewan justru bermanfaat. Bahkan, kotoran itu memiliki nilai ekonomi tinggi, hingga bisa mendatangkan rupiah. Seperti kotoran hewan lainnya, salah satu kotoran hewan yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk adalah kotoran kelelawar.

Kotoran mamalia yang bisa terbang ini, khususnya yang hidup di gua-gua, mengandung senyawa organik, seperti nitrogen, fosfor, dan potasium yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar, pembungaan, serta memperkuat batang tanaman.

Seperti halnya yang di lakukan oleh warga Dusun Ngronan Desa Bobol mereka rela menerobos di kegelapan goa dengan berbekal peralatan seadanya apapun risiko yang terjadi demi mengempulkan kotoran kelelawar yang nantinya akan dijadikan pupuk.

Baca Juga :  Penyaluran Alokasi Dana Desa di Bojonegoro Tidak Melanggar Aturan

“Di dalam goa tidak hanya gelap bahkan pengap, gatal, bau bahkan hewan buas pun turut menghantui dalam mengais rizki di goa lowo ini,” ujar Puji pencari kotoran kelelawar saat di temui awak media suaradesa.co di mulut Goa Lowo.

Dia juga menjelaskan, bahwasanya dirinya ketika memasuki goa wakib memakai lampu sebab dengan senter tersebut akan memudahkan pekerjaannya menemukan celah-celah dalam goa, jalan dalam goa, serta tempat-tempat kotoran kelelawar di dalam goa. Sekadar untuk diketahui bahwa kotoran kelelawar ini untuk pupuk segala tanaman karena terbukti sangat subur.

“Di sini saya beserta suami bekerja sama mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijadikan pupuk organik untuk petani, kotoran kelelawar tersebut nantinya akan di jual di pengepul dengan harga satu sak 35 ribu rupiah. Kotoran kelelawar ini sangat bagus untuk tanaman, bahkan kita bisa mengurangi pupuk kimia dengan kotoran kelelawar ini, perbandingannya jika biasanya di kasih pupuk kimia 2 kwintal maka jika pakai kotoran kelelawar ini hanya butuh pupuk kimia 1 kwintal saja,” ujarnya di sela-sela waktu istirahatnya.

Baca Juga :  Kampus Ungu Sukses Gelar Wisuda dengan Protokol Ketat

Di dekat mulut goa terdengar suara kelelawar mengiang di telinga dari dalam goa. Tampak lalu lalang kelelawar keluar masuk goa. Ada yang bergelantung di atap goa, ada yang saling kejar-kejaran sambil menjatuhkan kotoran.

Warga setempat sangat menjaga keadaan gua tersebut dengan baik, bahkan ketika ada warga dari luar desa yang hendak mengambil kelelawar di gua tersebut dengan jumlah besar – besaran warga setempat pasti akan melarang karena akan merusak lingkungan dan ekosistem di sana.(sya)

Share :

Baca Juga

Headline

Komisi A Dorong Tindak Tegas Penambang Pasir Liar

Headline

Segera Diresmikan, Warga Antusias Pengoperasian Jembatan Ka-re

Headline

EMCL Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Sumurpandan

Headline

Bersama Pemkab, Pangdam V Brawijaya Resmikan Rumah Kertodarmin

Headline

Babinsa Posramil Gayam Dan Warga Ringintunggal Kerja Bakti Bersama

Headline

Pemdes Tinawun Rencanakan Penangkaran Rusa Berbasis Masyarakat

Headline

Jaga Kondisi Tanah, Petani Desa Sarangan Panen Padi Dua Kali Setahun

Headline

Kampoeng Thengul Margomulyo Siap Hadirkan Destinasi Wisata