HeadlineKabar Desa

Hobi Napak Tilas, Pria Asal Kedewan Amankan Fosil dan Artefak

213
×

Hobi Napak Tilas, Pria Asal Kedewan Amankan Fosil dan Artefak

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Kedewan) – Keberadaan benda bersejarah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menjadi hal misterius hingga saat ini. Banyak temuan-temuan tidak terduga di beberapa titik wilayah perbukitan salah satunya Kecamatan Kedewan.

Berawal dari hobi berpetualang napak tilas sejarah nenek moyang di tanah kelahiran, Lisantono, warga Desa Kedewan, Kecamatan Kedewan, mengaku tidak sengaja menemukan benda-benda bersejarah.

Dia mengungkapkan, benda-benda yang ditemukan oleh pria kelahiran 1983 ini di antaranya koin, cincin, alat pahat zaman kerajaan Belanda, badik serta beberapa fosil.

Benda-benda tersebut ditemukan saat melakukan napak tilas di Makam Desa Mbah Tunggul Manik, Makam Kalang di Desa Kawengann, Makam Mbah Sriwing di atas bukit Mayang Situs Makam Belanda di Kecamatan Kedewan,
Makam Mbah Kramat di Desa Wonocolo,
Makam Mbah Sadu di atas bukit Desa Kawengan.

Baca Juga :  SKK Migas Jabanusa Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

“Kemudian, makam Mbah Muroto atau Mbah Krapyak yang kelihatannya masih banyak benda bersejarah yang belum ditemukan,” imbuhnya.

Pria dengan rambut gondrongnya ini, mengaku tidak menjual semua benda temuannya tersebut meski ada yang pernah menawar dengan harga tinggi.

Baca Juga :  BPD Pelem Gelar Musdes Pembentukan Panitia Pilkades

“Saya menyimpan semua temuan itu, siapa tahu suatu saat terungkap sejarah zaman-zaman dulu,” lanjutnya.

Dia berharap, agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ikut peduli dengan budaya dan warisan leluhur. Juga mengingatkan pada semua masyarakat untuk ikut serta menjaga dan mengamankan aset-aset peninggalan leluhur.

“Para leluhur sengaja dulu menanam benda-benda pusaka untuk paku bumi suata desa,” lanjutnya.

Pemuda ramah ini mengingatkan jika benda-benda pusaka yang ditanam para leluhur diambil dan diperjualbelikan, hanya berharap semoga alam tidak murka dan menunjukkan amarahnya.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *