Home / Kabar Desa

Minggu, 17 Juli 2022 - 09:27 WIB

DPRD dan Pemkab Bojonegoro Segera Bahas Raperda Dana Abadi

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Rancangan peraturan daerah (raperda) dana abadi pendidikan berkelanjutan akan dibahas secara bertahap.

Ketua Badan Pembuatan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bojonegoro Sutikno menjelaskan, DPRD akan membahas dengan Pemkab Bojonegoro mulai besok rabu (20/7/2022).

“Kami telah mengusulkan jadwal pembahasan lanjutan raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan,”ujarnya, Senin (18/7/2022).

Baca Juga :  Puncak Lelang Eks Tanah Bengkok, Pemdes Sambiroto Terima Rp96 Juta

Dia menyampaikan, rabu mendatang akan dijadwalkan penyampaian pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD dan jawaban Bupati pada 20 Juli.

“Hal ini sudah sesuai dengan keputusan paripurna rabu lalu, dan disetujui,”tegasnya.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah menyampaikan, jika hasil pengembangan investasi dari dana abadi yang akan digunakan untuk membiayai pendidikan masyarakat Bojonegoro dalam bentuk beasiswa jenjang pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Pemdes Jatiblimbing Mulai Bangun Jembatan Darurat

Untuk itu, pihaknya berharap kepada jajaran DPRD untuk segera memproses raperda tentang dana abadi karena masyarakat sudah antusias.

“Masyarakat, akademisi, mahasiswa, antusias dengan rencana raperda ini. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga senantiasa menyiapkan diri dalam keterlibatan rakor dalam pembahasan raperda ini,”pungkasnya. (rin)

Share :

Baca Juga

Headline

Nikmatnya Sego Buwuhan di Tepi Bengawan Solo

Headline

Gelar Reses, Sally Atyasasmi Bagikan Bibit Buah dan Sayur 

Headline

Penghujan, Warga Sekar Mulai Tanam Bawang Merah

Headline

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Tenggelam di Kalangan

Headline

Polres Bojonegoro Berhasil Memfasilitasi Sengketa Tanah, Warga Bungur Gelar Tasyakuran

Headline

Jalan Paving di Desa Sukowati Segera Berganti Aspal

Headline

Camat Gayam : Kalau Tidak Ada Laporan Berarti Tidak Ada Krisis Air Bersih

Kabar Desa

Inilah Upaya Pemkab Bojonegoro Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi