HeadlineKabar Desa

DLH Maksimalkan Penghijauan untuk Minimalisir Peningkatan Suhu

118
×

DLH Maksimalkan Penghijauan untuk Minimalisir Peningkatan Suhu

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengatakan, dari target 500.000 pohon penghijauan, saat ini sudah terealisasi sebanyak 175.000 pohon.

“Jumlah tersebut, sudah tersebar di seluruh Kecamatan,” kata Kepala DLH, Hanafi, Minggu (4/10/2020).

Dikatakan, suhu udara di Bojonegoro sekarang ini mengalami naik turun. Seperti pada pengecekan suhu kemarin pukul 12.00 Wib, alat pengecek suhu menunjukkan angka 36 Derajat Celsius.

“Suhu udara di seputaran kota hanya mencapai 36 derajat celsius,” tukasnya.

Pihaknya terus memaksimalkan program penghijauan untuk mengurangi peningkatan suhu yang terjadi selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Desa Gayam Raih Pendapatan Terbesar dari Sektor Migas Capai Rp2,9 M

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Bojonegoro dari Dapil V, Miftakhul Huda, menegaskan jika suhu udara di Bojonegoro meningkat karena adanya pemanasan global atau global warming.

“Perlu adanya langkah strategis dari DLH untuk menangkap isue global warming sekarang ini,” ungkapnya.

Banyak faktor pendukung yang membuat cuaca semakin panas di Bojonegoro, diantaranya hutan gundul, alih fungsi lahan produktif menjadi pemukiman, serta banyaknya rumah kaca.

“Dalam konteks lokal, DLH harus terus menekan dampak dari pemanasan global dengan memaksimalkan program penghijauan,” tegas Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Baca Juga :  Rehabilitasi 47 Jembatan di Bojonegoro Capai 93,19 persen

Dalam menyiapkan program strategis penghijauan, menurut anggota DPRD dari Dapil V ini menyatakan jika DLH harus bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Bojonegoro.

“Tidak hanya perusahaan ekstraktif saja, tetapi juga menggandeng pemerintah desa yang mengerti kondisi wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Pihaknya mendorong agar DLH memiliki inovasi dan kreatifitas untuk meminimalisir dampak pemanasan global sekarang ini.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *