HeadlineKabar DesaKabar Kota

Bupati Anna : Warisi Perjuangan dan Semangat Leluhur, Berkomitmen Lakukan Pemerataan Pembangunan

121
×

Bupati Anna : Warisi Perjuangan dan Semangat Leluhur, Berkomitmen Lakukan Pemerataan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Dalam memperingati Haul ke-30 KH.Sanusi sebagai pendiri Pondok Pesantren Pasuran Putusantri Nurulhasad di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awwanah mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai kehidupan yang telah disyi’arkan oleh KH. Sanusi dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

“Kita harus mengenang perjuangan para pendahulu termasuk beliau KH. Sanusi,” kata Bupati Anna di sela-sela acara haul di halaman Masjid Nurul Hasan, Minggu (6/9/2020).

Dengan mewarisi perjuangan dan semangat membangun desa dari para leluhur, lanjut Bu Anna, saat ini Pemkab terus meningkatkan kinerja pembangunan infrastruktur di zona 3 atau daerah terpencil yang jauh dari pusat perkotaan.

Baca Juga :  Pengabdian Mahasiswa KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura di Desa Ngrawoh

“Kami telah berkomitmen untuk melakukan pembangunan secara merata baik sektor infrastruktur jalan, ekonomi, maupun sumber daya manusia,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Rasid, mengatakan, Haul KH. Sanusi ke-30 kali ini dilaksanakan secara berbeda.

Kondisi Pandemi Covid-19, membuat Pemerintah Desa membatasi peserta, yang biasanya dari seluruh masyarakat Bojonegoro, kali ini hanya dari desa setempat saja.

“Meski demikian, Alhamdulilah rangkaian Haul diikuti oleh Bupati, Ibu Anna Mu’awanah penuh dengan hikmat,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Pemuda Ansor di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Service HP

Rangkaian acara diawali dengan bacaan sholawat, Tilawatil Qur’an, tausiyah agama oleh KH. Maimun Syafii, dan dilanjutkan pembacaan Manaqib hingga Baiatan Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah.

“Selama 30 tahun terakhir, baru kali ini ada Bupati yang ikut menghadiri untuk memperingati Haul dan Bu Anna sudah kedua kalinya kesini,” tukasnya.

Rasid mengaku, leluhur Desa Sumberagung telah memberikan nilai moral kehidupan salah satunya untuk tidak melupakan para leluhur dan pendahulunya.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *