Suaradesa.co, Bojonegoro – Senyum Budi, warga Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, tak bisa disembunyikan pagi itu.
Di sela-sela mengikuti bimbingan teknis (bimtek) budidaya ikan relai di balai desa, ia bercerita bagaimana sepetak lahan kosong di samping rumahnya kini ia bayangkan akan menjadi kolam ikan yang membawa rezeki bagi keluarganya.
Budi adalah satu dari 52 keluarga penerima manfaat program Pengembangan Perikanan Produktif (P3) yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/8/2025).
Program ini melibatkan tiga kecamatan—Ngasem, Ngambon, dan Kalitidu—dan dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, H. Setio Wahono, beserta Wakil Bupati H. Nurul Aziza.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Muhammad Hanif Azhar, yang membagikan teknik sederhana namun efektif membudidayakan ikan relai di lahan terbatas.
“Tidak harus punya tambak besar. Dengan kolam terpal atau ember pun, panen bisa menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Dr. Chathur Rahayu, menegaskan bahwa program ini adalah salah satu unggulan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati.
Tujuannya jelas: mengentaskan kemiskinan dengan memberikan warga keterampilan yang langsung bisa menghasilkan.
Budi mengaku, sebelum program ini ia tak pernah terpikir bisa beternak ikan.
“Saya cuma punya pekarangan sempit. Dulu ya cuma untuk jemur pakaian. Sekarang, bayangan saya, pekarangan itu jadi sumber rezeki,” ujarnya dengan mata berbinar.
Bagi Budi dan puluhan keluarga lainnya, bimtek ini bukan sekadar pelatihan. Ia adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik—sejahtera, bahagia, dan membanggakan.(red)







