HeadlineKabar Desa

ADD Sukoharjo Meningkat, Meski Proses Sebagai Desa Penghasil Migas

33
×

ADD Sukoharjo Meningkat, Meski Proses Sebagai Desa Penghasil Migas

Sebarkan artikel ini

 

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meningkatkan besaran alokasi dana desa (ADD) yakni Rp298.065.814.688 (Rp2,9 milyar) di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnu Suyuti, mengungkapkan, jika besaran ADD tersebut sesuai dengan Perbup No 3 Tahun 2022 tentang besaran alokasi dana desa, bagi hasil pajak daerah, dana bagi hasil retribusi daerah untuk setiap desa di Bojonegoro.

“Termasuk Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu yang saat ini masih dalam proses menjadi desa penghasil minyak dan gas bumi (migas),” ujarnya, Jumat (25/3/2022).

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Siap Talangi Gaji 177 Perawat

Dia mengatakan, meski masih proses administrasi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) juga Bagian Hukum, namun Pemkab telah meningkatkan pendapatan desa ring 1 Lapangan Kedung Keris, Blok Cepu tersebut dibanding tahun sebelumnya.

“Setidaknya, meski belum menjadi desa penghasil migas namun ada peningkatan ADD meski jumlahnya tidak besar,” imbuhnya.

Ibnu mengakui, jika dengan berubahnya status desa Sukoharjo menjadi desa penghasil migas, maka besaran ADD yang diterima akan menyesuaikan dengan Dana Bagi Hasil Migas termasuk dari Blok Cepu.

“Sama seperti Desa Gayam dan Mojodelik. Besarannya menyesuaikan karena menjadi desa penghasil migas Lapangan Banyu Urip,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemdes Tumbrasanom Galakkan Program Gropyok Tikus

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Machmuddin, mengakui jika sekarang ini besaran ADD di semua desa meningkat sebesar 12,5 persen dari tahun sebelumnya.

“ADD terbesar didapat oleh Desa Gayam dan Mojodelik, Kecamatan Gayam,” tukasnya.

Dari data yang didapat menyebutkan, Desa Gayam dan Mojodelik mendapatkan ADD sebesar Rp2 miliar lebih. Sementara Desa Sukoharjo mendapatkan ADD sebesar Rp657 juta.

Desa penghasil migas Lapangan Sukowati yakni Desa Ngampel, Kecamatan Kapas mendapat sebesar Rp690 juta dan Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro mendapat ADD sebesar Rp780 juta. (*Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *