HeadlineKabar Desa

Warga Desa Turi Temukan Peninggalan Purbakala

40
×

Warga Desa Turi Temukan Peninggalan Purbakala

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Turi) – Warga Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak sengaja menemukan benda-benda peninggalan sejarah di wilayah perbukitan.

Salah satu warga, Wanto (44), mengungkapkan, dengan adanya akses jalan yang dibangun Pemkab Bojonegoro, warga setempat dengan mudah menggunakannya untuk transportasi termasuk mengangkut hasil panen.

“Bahkan, ada lokasi yang awalnya tidak terjangkau bisa diakses warga,” ujarnya, Jumat (4/12/2020).

Dia menceritakan, saat warga akan membuka lahan di salah satu titik perbukitan untuk tanaman palawija, tiba-tiba menemukan benda aneh yang mirip dengan peninggalan purbakala. Lokasi ditemukannya berbatasan dengan Dusun Bothi, Desa Bobol, Kecamatan Sekar.

Baca Juga :  Jadikan Hari Santri Tahun 2022 Momentum Resolusi Jihad

“Langsung saja menghubungi Pak Wawan, anggota dewan perwakilan rakyat daerah yang kami kenal untuk melaporkan temuan itu,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Wawan Kurniyanto, membenarkan adanya temuan tersebut oleh warga setempat. Langsung saja, pihaknya melaporkannya ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk segera ditindaklanjuti.

“Harapannya, kalau memang itu benda purbakala segera diamankan dan disimpan dengan baik,” imbuhnya.

Politisi asal Partai Gerindra ini mendorong, agar Pemkab Bojonegoro memiliki Museum yang khusus menyimpan benda-benda bersejarah.

Baca Juga :  The Power Of "Cocote Tonggo"

Dari informasi yang didapat, Wawan, sapaan akrabnya menyebutkan, jika benda yang ditemukan warga berupa batu dengan motif air yang diduga adalah lumpur dasar laut di jaman purbakala.

“Kalau melihat benda-benda tersebut, diperkirakan dulu Bojonegoro terutama wilayah Desa Turi dan Desa Bobol adalah lautan dalam dan akibat pergeseran lempengan bumi menjadi daratan. Barang-barang ini kemudian terdampar di perbukitan,” pungkasnya.

Selain itu, warga juga menemukan batu lumpang. Batu lumpang ini, merupakan teknologi zaman prasejarah di bidang pertanian.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *