Home / Headline / Kabar Kota / Peristiwa

Senin, 19 Oktober 2020 - 19:49 WIB

Semangat Bupati Anna Ditengah Prosesi Persemayaman Api Abadi Yang Sederhana

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Suasana Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar prosesi Persemayaman Api Abadi di Pendopo Malowopati pada Senin (19/10/2020) berlangsung secara sederhana.

Persemayaman Api Abadi di Pendopo Malowopati menjadi salah satu rangkaian kegiatan HJB-ke 343. Nampak jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) mengiringi proses tersebut.

Setelah dilaksanakan prosesi pengambilan Api Abadi di lokasi wisata Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, pagi tadi, dilanjutkan dengan kirab obor menuju Pendapa Malowopati.

Bupati Anna Mu’awanah nampak menggunakan atasan berwarna putih dipadu dengan jarik bermotif saat memulai proses penerimaan Api Abadi tersebut.

Didampingi suami, Ali Dupa, Bupati wanita pertama di Bojonegoro ini menerima penyerahan obor api abadi dari Camat Ngasem, Waji, untuk kemudian disemayamkan di Pendapa Malowopati.

Baca Juga :  Butuh Embung, Pemdes Ngadiluhur Gunakan Diesel Untuk Saluran Irigasi Sawah

Jika tahun sebelumnya dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan seperti gerebeg berkah Jonegoroan, tahun ini ditiadakan.

Bupati Anna menyampaikan, jika prosesi HJB tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol Covid-19. Yang terpenting, adalah semangat bagi Bojonegoro bagaimana memperingati cikal bakal Kabupaten yang kaya akan minyak dan gas bumi-nya.

“Kita tadi juga ziarah di makam leluhur termasuk bupati pertama Bojonegoro,” tukasnya.

Hal itu menjadi salah satu refleksi bersama bahwa dari awal terbentuk sampai sekarang bisa terus maju.

“Tahun ini, memang sangat beda karena adanya Pandemi Covid-19. Tapi bukan berarti membuat kami mundur justru semakin kompak untuk menanggulanginya,” tegas Bu Anna, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  175 Kepala Keluarga Di Desa Mojoranu Terima BST

Dia mengatakan, untuk menyiapkan masa recovery pasca Pandemi di tahun 2021 mendatang dengan rencana APBD yang memperbanyak karya bakti berbasis desa sekaligus mendorong sektor UMKM berbasis desa bisa multiguna di Kabupaten Bojonegoro.

“Kali ini, tema HJB juga sederhana yaitu, Kerja, Maju, dan Prestasi Bersama,” tandasnya.

Diungkapkan, arti dari Kerja artinya harus bekerja memikirkan warga dan memberikan pelayanan terbaik, kemudian Maju artinya dalam bekerja harus punya semangat untuk lebih maju.

“Kemudian Prestasi Bersama artinya apa yang sudah Pemkab Bojonegoro capai ini tidak lepas dari seluruh komponen ASN termasuk warga dalam mendukung program pemerintah,” pungkasnya. (*rin)

Share :

Baca Juga

Headline

Ketua DPRD : Proses Kenaikan Tunjangan Dewan sebelum Pandemi Covid-19

Headline

Anna Moe Ciptakan Lagu “Nglenyer” Kiasan Pembangunan Bojonegoro Saat Ini

Headline

Bawa 19 Pemain, SSB Putra Sebrang Siap Tanding di Jatim Football Challenge 2021

Headline

Progres Jembatan Kare 55 Persen, Bupati Bojonegoro Optimis On Time

Headline

Zona Merah, Inilah Langkah Tegas Bupati Bojonegoro Antisipasi Penyebaran Covid-19

Headline

Banggar DPRD Setujui Usulan Bupati Bojonegoro Soal Tambahan Insentif GTT/PTT

Kabar Kota

Jembatan Luwihaji Ambrol, BPBD Bojonegoro Beri Penanganan Sementara

Headline

Warga Mojodeso Olah Sirih Jadi Minuman Herbal Kekinian