Home / Headline / Sejarah Desa

Selasa, 5 Juli 2022 - 12:37 WIB

Sejarah Sendang Pradok di Desa Bubulan, Diyakini Airnya Tidak Pernah Habis

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Bubulan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Dander, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Gondang dan Kecamatan Sekar, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Temayang, dan sebelah barat berbatasn dengan kecamatan Ngasem.

Seluruh wilayah Kecamatan Bubulan berada di tengah hutan jati Bubulan. Produksi jatinya termasuk yang terbaik ke dua di dunia.

Selain terkenal dengan pohon jatinya di sana juga terdapat sendang yang sangat di sakralkan oleh penduduk setempat yakni Sendang Pradok.

Sendang Pradok yang berada di tengah hutan, tepatnya ada di barat Dusun Pradok, Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.

Sendang Pradok merupakan cikal bakal Dusun Pradok, yang diyakini sendang itu dulunya sebagai tempat pandai besi, atau yang lebih dikenal empu yang aktifitasnya membuat berbagai bentuk senjata tajam seperti keris, pedang, tombak dan senjata-senjata lainnya.

Setiap tahun, sendang yang berada di wilayah hutan RPH Pradok dan BKPH Pradok itu, masih di tempati perayaan sedekah bumi atau yang biasa disebut manganan. Saat kegiatan itu, ada acara selamatan dan memberikan sesaji kepada arwah nenek moyang Dusun Pradok itu.

Baca Juga :  Komisi A Dorong Kades Baru Segera Susun RPJMDes

Mbah Gun juru kunci sendang Pradok mengatakan, Di Lokasi Sumber air Pradok, diyakini masih banyak tersimpan senjata di Lokasi Sendang itu. Hanya saja, tidak Nampak jika dilihat secara kasat mata.

“Sedekah bumi dilaksanakan tiap malam Jum’at Pon, usai panen padi warga Dusun Pradok, Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan. Begitu juga, untuk ngalap berkah ke sendang itu, biasanya juga setiap hari Jum’at Pon,” tuturnya.

Masih menurut juru kunci Sendang Pradok itu, masih banyak dikunjungi masyarakat sekitar dan warga dari berbagai daerah dan Kota-kota besar datang ke sendang itu untuk ngalap berkah.

“Ngalap berkah, ada bermacam-macam niat yakni, ada yang mencari penglarisan, pengen naik pangkat, pengen segera dapat jodoh dan pesugihan, serta masih banyak keinginan lainnya. Jika sudah berhasil alias sukses, mereka menyembelih kambing atau sapi di Sendang itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Umumkan Juara Perempuan Menginspirasi dan Cipta Busana Kerja

Ditambahkan, bagi wanita yang sedang mengalami haid, tidak boleh masuk halaman sendang apalagi mengambil air. “Jika pantangan itu dilanggar, maka mereka bisa sakit dan gak bisa disembuhkan,” tegasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Suaradesa.co dari warga sekitar mengatakan, sumber air Sendang Pradok tak pernah kering. Jika musim kemarau, para warga sekitar mengambil air dari sumber sendang tersebut. Bahkan, banyak orang yang mengambil dengan menggunakan truk tangki.

“Sendang Pradok itu dipompa pakai mesin diesel juga tidak bisa habis dan airnya cukup jernih. Bahkan diyakini, air yang diambil dari Sendang Pradok itu sangat bening dan bisa langsung diminum. Diyakini, air Sendang Pradok itu, bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit,” kata Mbah Budi penjaga pos perhutani RPH Pradok.(sya)

Share :

Baca Juga

Headline

Dua Pengedar Miras Dikeler Satnarkoba Polres Blora

Headline

Bupati Bojonegoro Launching KB – MKJP

Headline

Pemkab Bojonegoro Gelar Takbiran Secara Virtual

Headline

Wakil Pimpinan DPRD Akui Tak Tahu Agenda Sidak di JTB

Headline

Wisata TPG Tunggu Kebijakan Pemkab Bojonegoro

Headline

Lantik Dua Kades Pengganti Antar Waktu

Headline

Sinergi Peduli Kemanusiaan, PMI Dan DMI Tandatangani MoU

Headline

5 Stasiun Daop 4 Semarang Tutup Layanan Rapid Test Antigen