Headline

Rumuskan Mitigasi Bencana di Wilayah Migas

20
×

Rumuskan Mitigasi Bencana di Wilayah Migas

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini tengah merumuskan Memorandum of Understanding (MoU). Kerjasama ini dengan Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) atau operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) terkait mitigasi bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardian Orianto, mengatakan, MoU atau perjanjian tersebut masih dalam pembahasan.

“Salah satunya pasca terjadi kebocoran gas di Lapangan Sukowati beberapa waktu lalu,” ujarnya, pada suaradesa.co, Senin (13/12/2021).

Dia mengungkapkan, jika selama ini masing-masing K3S di antaranya Pertamina EP Sukowati Field, Pertamina EP Cepu, dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah memiliki Standart Operating Procedur (SOP). Namun, tetap harus menyamakan persepsi dalam penanganan bencana.

Baca Juga :  Geliat Asman Toga Kunto Wijoyo Mojodeso di Tengah Pandemi Covid 19

“Salah satunya pembentukan kembali tim kebencanaan di tingkat masyarakat,” tukasnya.

Dia mengapresiasi langkah Pertamina Sukowati Field yang mampu mengatasi kebocoran gas meskipun harus ada “early warning sistem”, sehingga masyarakat bisa dievakuasi jika terjadi bencana.

Sebelumnya, kegiatan perawatan sumur berupa Well Intervention sumur SKW – 30 (22/11/2021), terdapat gas terjebak dalam liquid atau gas pocket release. Namun dalam waktu kurang dari 1 menit sudah dapat teratasi dan proses sirkulasi ke dalam sistem.

Baca Juga :  Wabup Tuban Hadiri Deklarasi ZI Kemenkumham Korwil Bojonegoro

Totok Parafianto, Field Manager Pertamina EP Sukowati Field menjelaskan bahwa yang terjadi di SKW-30 bukan merupakan gas kick.

“Ini bukan semburan tapi gas pocket relaase yang keluar dari sumur minyak karena adanya perubahan suhu dan tekanan ketika sumur tersebut saat proses maintenance,” jelas Totok.

Namun sesuai standar operasi dan keselamatan, PEP Sukowati Field tetap melakukan pemantauan gas H2S dan hasilnua nilai 0 (nol) Ppm, dan itu artinya udara dalam keadaan aman.(*rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *