HeadlineSerba Serbi

Raden Lancing Kusumo, Sosok di Balik Asal Usul Dusun Nggeneng

287
×

Raden Lancing Kusumo, Sosok di Balik Asal Usul Dusun Nggeneng

Sebarkan artikel ini

Suaradesa.co (Bojonegoro) – Bubulan adalah nama Kecamatan yang berada di daerah selatan Kabupaten Bojonegoro.

Terlepas dari letak geografisnya yang berada di dataran tinggi, Bubulan dulunya adalah tempat peristirahatan dan persembunyian seorang putra Kerajaan Mataram.

Watimo (70) seorang sesepuh desa yang akrab di panggil Mbah Juru menuturkan jika dulu sempat terjadi perang besar antara Kerajaan Mataram dengan Kerajaan Pajang.

Karena ingin hidup damai dan tentram, putra dari pemimpin Kerajaan Mataram, Sultan Adiwijoyo melarikan keĀ  menuju wilayah timur Kabupaten Bojonegoro.

Putra yang diketahui bernama Kusumo ini melarikan diri bersama tiga pengikutnya antara lain Sujud, Pujud dan Denok yang merupakan nenek dari Kusumo.

Selama perjalanan nama Kusumo diubah menjadi Raden Bagus Lancing Kusumo yang jika dipaparkan Raden berarti anak laki – laki keturunan raja, Bagus karena Kusumo memiliki wajah yang tampan dan berjiwa pemimpin, Lancing yang dalam bahasa Jawa masih perjaka dan Kusumo yang merupakan nama asli pemberian orang tuanya memiliki arti bunga dalam Bahasa Jawa.

Baca Juga :  Tak Hanya Kebakaran, Damkar Bojonegoro Atasi Serangan Hewan Liar

Di bulan purnama, mereka berhenti di dataran tinggi yang sejuk, hingga terbesit pikiran untuk melakukan “babat alas” yang artinya membuka hutan untuk tempat peristirahatan.

Lahan tersebut juga digunakan untuk bercocok tanam dan semakin hari semakin banyak warga lokal yang bergabung dengan Kusumo.

Dengan kesepakatan bersama, tempat yang saat itu digunakan banyak warga diberi nama Nggeneng, yang berarti dataran tinggi yang saat ini menjadi salah satu dusun di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan.

“Semua warga menjadi pengikutnya, dikumpulkan dan memberi nama daerah ini menjadi Nggeneng,” ujar pria paruh baya ini, Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Dander-Ngasem Ditutup Sementara, Pengendara Dialihkan Jalur Alternatif

Semakin lama semakin luas, Raden Bagus Lancing Kusumo juga memerintahkan warganya untuk melakukan babat alas di daerah yang lebih rendah untuk digunakan sebagai ladang. Tempat ini yang menjadi cikal bakal wilayah Bubulan.

Namun, di tengah kemarau panjang warganya kesusahan mencari air. Hal tersebut tentunya membuat Kusumo resah. Lantas ia melakukan meditasi bersama 3 pengikut utamanya.

Mereka terus berdo’a pada Tuhan Yang Maha Esa, sampai tanpa sadar mereka menancapkan jari tengah kiri mereka ke tanah dan muncullah sumber mata air yang sekarang dikenal sebagai Cuplik Kusumo.

“Sampai saat ini, sumber itu bisa mengairi seluruh wilayah Clebung,” imbuhnya.

Raden Bagus Lancing Kusumo meninggal pada 1791 masehi dan dimakamkan di Dusun Nggeneng yang hingga saat ini makamnya dianggap sakral dan kerap digunakan untuk ziarah.(*Tya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *